Bisnis Prostitusi Berkedok Salon Kecantikan di Buleleng Digerebek, Dua Pelanggan Dilepas Polisi

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah kondom bekas dipakai, seprai, bantal, serta uang tunai Rp 1,4 juta

Bisnis Prostitusi Berkedok Salon Kecantikan di Buleleng Digerebek, Dua Pelanggan Dilepas Polisi
tribun bali/ Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan tersangka PDF selaku pengelola Salon Jasmine Hair Beauty yang juga diduga sebagai mucikari dalam binsis prostitusi, Kamis (12/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Bisnis prostitusi berkedok Salon Jasmine Hair Beauty di Jalan Raya Singaraja-Seririt Buleleng digerebek polisi saat menggelar Operasi Pekat Agung 2019.

Dari penggerebekan ini, dua pekerja salon tertangkap basah tengah sibuk melayani laki-laki hidung belang.

KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa ditemui Kamis (12/12/2019) mengatakan, dua pekerja salon itu masing-masing berinisial Sr dan Ay.

Dengan menjalani binsis prostitusi ini, Sr mengaku diupah Rp 800 ribu. Sementara Ay diupah Rp 500 ribu.

Dari penggerebekan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah kondom bekas dipakai, seprai, bantal, serta uang tunai Rp 1.4 juta.

Obyek Wisata Maut di Nusa Lembongan Ini Diminati Investor Meski Sering Bikin Wisatawan Celaka

Atlet Bali Digelontor Bonus Rp 675 Juta, Segini Pendapatan Setiap Atlet

Pohon-pohon Tua di Tempat Ini Roboh, Hati-hati Jika Hujan Disertai Angin Kencang Mendadak Landa Bali

Selain menangkap Sr dan Ay, polisi juga menciduk pengelola salon berinisial PDF yang juga sebagai mucikari.

Kepada Tribun Bali, PDF mengaku jika bisnis prostitusi ini sudah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu.

Dalam sehari, diakui PDF para pegawainya itu bisa melayani satu hingga dua orang pria hidung belang, atau lebih dari 100 pelanggan sejak pertama berdiri pada Agustus 2019.

Akibat perbuatannya, tersangka PDF, Ay dan Sr dijerat dengan pasal 506 KUHP tentang prostitusi, dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara.

Sementara untuk dua pria hidung belangnya masing-masing berinisial De Win dan Tut Suar hanya diberikan teguran untuk tidak mengulangi perbuatanya.

Kedua pelanggan yang memakai jasa layanan ini tidak ditahan. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved