Diganti Paralon, Irigasi Subak Mandung Bangli Jebol Tiga Tahun, Ganggu Pasokan Air 25 Hektare Lahan

25 hektare lahan pertanian di Subak Mundung Bangli tak teraliri air karena saluran irigasi jebol sejak tiga tahun lalu

Diganti Paralon, Irigasi Subak Mandung Bangli Jebol Tiga Tahun, Ganggu Pasokan Air 25 Hektare Lahan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ganti Paralon - Irigasi di Subak Mundung, Dusun Abuan Kaja, Desa Abuan Susut, Bangli jebol kemudian diganti pipa paralon, Rabu (11/12/2019). Petani kekurangan air. Diganti Paralon, Irigasi Subak Mandung Bangli Jebol Tiga Tahun, Ganggu Pasokan Air 25 Hektare Lahan 

Diganti Paralon, Irigasi Subak Mandung Bangli Jebol Tiga Tahun, Ganggu Pasokan Air 25 Hektare Lahan

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - 25 hektare lahan pertanian di Subak Mundung, Dusun Abuan Kaja, Desa Abuan Susut, Bangli, Bali, terpaksa menjadi lahan tidur.

Selain disebabkan kekeringan dampak musim kemarau, lahan tidur juga disebabkan jebolnya saluran irigasi.

Salah satu anggota Subak Mundung, Nyoman Partama, Rabu (11/12/2019), mengungkapkan, jebolnya saluran irigasi terjadi sejak tiga tahun lalu.

Di mana musibah tersebut berimbas terhadap pasokan air pada lahan seluas 25 hektare, yang digarap oleh 50 orang petani.

Jebolnya saluran irigasi jelas sangat dikeluhkan para petani, lantaran pasokan air untuk lahan pertanian mengalami penurunan.

Bahkan para petani harus menunggu musim penghujan, untuk kembali menggarap lahan.

“Kalau ada hujan baru bisa mulai menggarap lahan hingga menanam bibit padi. Kalau tidak ada hujan, karena kemarau terlalu panjang akhirnya seperti ini kondisinya (lahan tidur),” ungkap dia.

Partama berharap pemerintah segera melakukan upaya perbaikan saluran irigasi.

Walaupun diakui ada saluran pipa sementara, pihaknya menilai pasokan air yang dihasilkan cenderung kurang maksimal.

2.726 Subak Bakal Dapat Bantuan Rp 50 Juta, Pemprov Akan Verifikasi Faktual Subak di Bali

Bali Masih Butuh Bendungan, Komisi III DPRD Bali Ingin Contoh Pengembangan Infrastruktur Irigasi NTB

Karenanya untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari, para petani sekitar terpaksa beralih pekerjaan menjadi buruh bangunan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved