Jalan Panjang Menolak Reklamasi Teluk Benoa, Besok Massa ForBALI Kembali Turun ke Jalan

Terkait itu, ForBALI kembali menyerukan untuk turun ke jalan dengan titik kumpul di Parkir Timur Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar

Jalan Panjang Menolak Reklamasi Teluk Benoa, Besok Massa ForBALI Kembali Turun ke Jalan
Tribun Bali/Noviana Windri
Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBALI dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM – Perjuangan massa rakyat Bali menolak rencana reklamasi Teluk Benoa terus berlanjut.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) oleh Menteri KKP terdahulu Susi Pudjiastuti melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019, keberadaan Teluk Benoa dipandang masih perlu dikawal, dipertahankan, sembari memastikan proyek tersebut benar-benar batal.

Terkait itu, ForBALI kembali menyerukan untuk turun ke jalan dengan titik kumpul di Parkir Timur Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Jumat (13/12/2019) besok.

“Ya! Kita harus menuntaskan perjuangan ini. Hanya perjuangan rakyat yang tulus, yang tidak ditunggangi kepentingan lain dapat mencapai tujuan tanpa kompromi,” demikian tulis akun instagram @forbali13 dalam salah-satu postingannya.

Aksi yang dikemas dalam bentuk parade budaya itu akan dimeriahkan oleh band punk rock asal Bali, The Dissland.

Dalam aksi kali ini, ForBALI juga akan menyuarakan tuntutannya terhadap Komisi IV DPR RI yang sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim.

ForBALI berharap dukungan tersebut bukan hanya wacana, tetapi segera merekomendasikan pemerintah untuk segera mengukuhkan Teluk Benoa sebagai KKM dalam sebuah peraturan hukum.

“Serta, mendesak pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden yang menetapkan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim,” tulis akun instagram @forbali13.

Sebagaimana diketahui, penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa oleh masyarakat Bali dinilai karena tidak selaras dengan kearifan lokal dan sosio-kultur masyarakat Bali.

Pada 2 September 2012, rapat senat Universitas Udayana di kampus Bukit Jimbaran telah menyatakan bahwa reklamasi Teluk Benoa tidak layak.

Halaman
123
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved