Fortuner hingga Ertiga Tertimpa Pohon Tumbang di Gianyar

Hujan lebat yang mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Gianyar sekitar tiga jam, Minggu (15/12/2019) sore, mengakibatkan sejumlah musibah.

Fortuner hingga Ertiga Tertimpa Pohon Tumbang di Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Petugas tengah membantu mengevakuasi mobil yang ringsek karena tertimpa pohon yang tumbang akibat hujan lebat di Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Hujan lebat yang mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Gianyar sekitar tiga jam, Minggu (15/12/2019) sore, mengakibatkan sejumlah musibah.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, sebuah tembok rumah roboh di Blahbatuh, serta tanah longsor di Tegalalang.  Bencana tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

Senin (16/12/2019), pohon perindang jalan di By Pass IB Mantra kawasan Desa Keramas, Gianyar, Bali, tumbang dan memimpa tiga unit mobil yang tengah melaju, di antaranya mobil fortuner, mobil pickup dan ertiga.

Mobil Fortuner hanya mengalami kerusakan ringan, sementara  bagian kaca depan pickup pecah, dan ertiga bagian depan ringsek.

Kanitlaka Polres Gianyar, IPTU Ketut Naryawan mengatakan tidak ada korban dalam musibah ini.

“Hanya korban material saja, tidak ada korban fisik. Kasus ini sudah diselesaikan di lapangan, tidak ada lanjutan ke kami,” ujarnya.

Aksebilitas setempat sempat ditutup sebelum TRC BPBD Gianyar bersama aparat kepolisian berhasil menormalkan situasi.

Petugas tengah membantu mengevakuasi mobil yang ringsek karena tertimpa pohon yang tumbang akibat hujan lebat di Gianyar, Bali.
Petugas tengah membantu mengevakuasi mobil yang ringsek karena tertimpa pohon yang tumbang akibat hujan lebat di Gianyar, Bali. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Di tempat lain, tembok roboh terjadi di rumah I Wayan Balik Suasta (50) di Banjar Kebon Kaja, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh.

Kejadian tersebut berawal saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi, Minggu (15/12) pukul 17.00 Wita.

Diduga tembok yang berada di bale dauh (bangunan barat) milik korban kondisinya sudah tua sehingga pondasinya telah kropos, terlebih lagi hujan dan angin kencang ini datang usai musim kemaru berkepanjangan, mengakibatkan tanahnya labil.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved