Ikuti Kejurnas Silat Perisai Diri, Bali Target Pertahankan Juara Umum

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat Perisai Diri antar pelajar se-Indonesia ke V 2019 di GOR Sritex Arena Solo digelar pada 18 sampai 22 Desember

Ikuti Kejurnas Silat Perisai Diri, Bali Target Pertahankan Juara Umum
Tribun Bali/M. Firdian Sani
I Nyoman Yamadhiputra, SE.,Ak selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali saat dijumpai Tribun Bali di ruangannya, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat Perisai Diri antar pelajar se-Indonesia ke V 2019 di GOR Sritex Arena Solo digelar pada 18 sampai 22 Desember mendatang.

Kejurnas yang diikuti siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di seluruh wilayah Indonesia untuk memperebutkan piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Ini adalah Kejurnas rutin, Kejurnas pelajar, rebutkan piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sekarang dilaksanakan di Solo, Surakarta, kita Bali mengirimkan sekitar 80 atlet yang mana atlet-atlet ini mewakili sekolahnya masing-masing," kata I Nyoman Yamadhiputra, SE.,Ak selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali saat dijumpai Tribun Bali di ruangannya.

Viral di Bali Foto Kucing Digantung di Pohon Sampai Mati, Berujung Laporan ke Polisi

605 Pelamar CPNS di Negara Tak Lulus Seleksi Administrasi, Masa Sanggah Hingga 19 Desember

Bayi Orang Utan Sumatera yang akan Diselundupkan ke Rusia, Ditranslokasi Esok Dini Hari

Ia menargetkan untuk tetap mempertahankan gelar juara umum, untuk itu ia membina para peserta dengan keras.

"Nah kenapa kita mendorong atlet-atlet kita secara maksimal untuk atlet-atlet ini karena agar tetap bisa mempertahankan reputasi itu, bahwa reputasi Perisai Diri Bali bahwa kita dapat terus meraih juara umum di event kejurnas nanti," ujarnya.

Ia menceritakan bahwa pada tahun 2016 Bali mendapat juara umum lewat SMAN 1 Gianyar, dan pada tahun 2018 Bali mendapat gelar lagi lewat SMAN 2 Tabanan.

Ia sangat berharap para peserta dapat bertanding dengan maksimal, apalagi mereka telah selesai ujian nasional.

Ia menyebutkan, yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kejurnas ini ialah soal biaya.

Alami Sedimentasi, Muara Sungai Kalilo Bakal Dinormalisasi

BREAKING NEWS! Pria Karangasem Ditemukan Tewas Membusuk di Kosnya di Denpasar, Ini Identitasnya

Pria Asal Gianyar Ini Tewas Tertimpa Bangunan Saat Siapkan Upacara Tiga Bulanan, 7 Warga Terluka

Persoalan klasik ini kerap muncul, namun beruntung sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa.

"Yang jelas kendala kita selama ini adalah klasik di masalah dana, tetapi kita bersyukur atlet-atlet kita didukung penuh oleh sekolah-sekolahnya bekerja sama juga dengan orang tua siswa," ungkap dia.

Bahkan ia menyebutkan para atlet siswa sengaja menabung di 6 bulan sebelum kejurnas dimulai.

"Jadi beberapa siswa juga ada yang sudah menabung sejak 6 bulan yang lalu sebelum mengikuti ini, sehingga bisa berkolaborasi sekolahnya membiayai keberangkatan dan pendaftaran mereka. Kemudian atletnya membiayai akomodasi dan konsumsinya mereka. Kemudian dari kita Perisai Diri Bali memfasilitasi dengan memberikan pelatih-pelatih pendamping," jelasnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved