Anak Pelaku Penembakan di Parkiran Pura Puseh, Batubulan Minta Maaf dan Akui Salah Beri Statement

eluarga pelaku penembakan di parkiran Pura Puseh, Banjar Denjalan, Desa Batubulan, Sukawati meminta maaf pada pihak korban.

Anak Pelaku Penembakan di Parkiran Pura Puseh, Batubulan Minta Maaf dan Akui Salah Beri Statement
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Jaya Winangun menunjukkan senjata yang dipakai, Ketut Anom menembak Tatra, di Mapolsek Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (11/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Keluarga pelaku penembakan di parkiran Pura Puseh, Banjar Denjalan, Desa Batubulan, Sukawati meminta maaf pada pihak korban.

Mereka juga menyatakan telah salah menyampaikan statement terkait jual-beli tanah senilai Rp 600 juta yang tak dibayar sejak empat tahun. Nyatanya selama ini belum terjadi transaksi jual-beli tanah.

Anak pelaku, I Wayan Suantana (20), Selasa (17/12/2019) mengatakan pihaknya telah salah mengartikan penyebab kejadian kasus penembakan yang dilakukan ayahnya, I Ketut Sujana alias Ketut Anom (53), asal Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan pada I Ketut Tantra (53) asal Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Sukawati pekan lalu.

“Setelah dilakukan pertemuan dengan seluruh pihak terkait (pemilik lahan dan calon pembeli) bersama keluarga saya dan korban selaku perantara, ternyata belum terjadi transaksi jual-beli tanah, tetapi pinjam-meminjam uang dengan jaminan sertifikat tanah,” ujar Suantara.

Dengan adanya pertemuan tersebut, Suantana menegaskan dirinya dan seluruh keluarganya menyadari kekeliruannya bahwa sebetulnya belum terjadi transaksi jual-beli tanah, dengan tunggakan pembayaran yang sangat lama, seperti yang selama ini pihaknya duga. Karena itu, dia menegaskan bahwa tidak ada penipuan dalam hal ini.

“Saya selaku anak pelaku dan mewakili seluruh keluarga meminta maaf pada korban dan keluarganya, serta menyatakan penyesalan atas kejadian dan pemberitaan sebelumnya,” tandasnya.

Terkait klarifikasi ini, pihak korban belum mau memberikan tanggapan.

Kanitreskrim Polsek Sukawati, IPTU Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah keluarga pelaku yang meminta maaf terhadap korban.

Namun demikian, dia menyatakan hal itu merupakan di luar ranah hukum. Meskipu nanti telah terjadi kesepakatan damai, kasus ini tidak bisa dicabut lantaran bukan termasuk delik aduan.

“Ini kriminal murni sehingga kasusnya tidak bisa dicabut. Penyelidikan tetap berjalan, meskipun kedua belah pihak nanti telah berdamai,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi penembakan di areal parkiran Pura Puseh Batubulan. Pelaku I Ketut Anom menembak Ketut Tantra sebanyak lima kali.

Namun hanya tiga peluru yang mengenai punggung dan lengan korban. Perihal penembakan tersebut, pihak korban mengaku kebingungan, lantaran selama ini tak memiliki masalah dengan pelaku. (weg)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved