Breaking News:

Pemprov Bali Ekspor Produk Pangan dan Non-Pangan ke Berbagai Negara

Pemprov Bali yang difasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan ekspor produk pangan dan non-pangan ke berbagai negara.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra melepas berbagai produk ekspor pangan dan non pangan di Wantilan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pertanian Terpadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kamis (19/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang difasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan ekspor produk pangan dan non-pangan ke berbagai negara.

"Produk pangan yang diekspor yakni Day Old Chicken, daging ayam dan sosis," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana.

Hal itu Mardiana katakan usai mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra melepas berbagai produk ekspor tersebut di Wantilan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pertanian Terpadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kamis (19/12/2019).

Dirinci olehnya, produk pangan yang diekspor ke Timor Leste berupa Day Old Chicken (DOC), karkas ayam utuh, boneless dan olahan ayam berupa sosis yang besarannya mencapai US$ 355.972.

Pemprov Bali Salurkan Bantuan Bibit, Pacu Ketersediaan Bawang Merah dan Bawang Putih

Pemprov Bali Rancang Regulasi Peraturan Gubernur untuk Legalkan Arak Bali

Jokowi Akhirnya Menanggapi Kritik Susi Pudjiastuti soal Ekspor Benih Lobster

Angka itu terdiri atas US$ 13.389 DOC dan US$ 342.573 karkas ayam utuh, boneless dan olahan ayam berupa sosis.

Selain ke Timor Leste ada pula ekspor produk peternakan dari Bali berupa Hatching Egg generasi kakek-nenek (GP) Broiler, GP Layer dan Hatching Egg Parent Stock (PS) Broiler ke Negara Myanmar senilai US$ 2.279.615.

Selain ekspor produk peternakan berupa pangan, dilakukan pula ekspor produk peternakan non pangan ke beberapa, seperti Eropa, Amerika, Amerika Latin, Australia dan Asia.

Produk tersebut terdiri dari bulu ayam dalam bentuk dream catcher, kulit sapi dan kambing, tengkorak serta tanduk kerbau dan sapi dengan total nilai mencapai US$ 3.314.720.

Hal ini sesuai data berdasarkan health pengajuan catat Certificate ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali dari Januari hingga November 2019 yang sebanyak 646.023 pcs.

"Non pangan itu kita kirim ke Amerika, Amerika latin, Kanada dan negara lainnya yang kurang lebih mencapai 43 Miliar. Nah itu yang kita kirim ke negara-negara lain sebagai souvernir," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved