Breaking News:

Lebih Besar Proporsi Praktek Daripada Teori, Ketua YPLP: Lulusan SMK Bisa Kembangkan Wisata Pedesaan

Lebih Besar Proporsi Praktek Daripada Teori, Ketua YPLP: Lulusan SMK Bisa Kembangkan Wisata Pedesaan

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana kegiatan table manner SMK PGRI 1 Badung di hotel Inna Sindhi Beach Denpasar, Bali, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini ada upaya Pemerintah Pusat untuk terus mengembangkan destinasi wisata di Indonesia, tidak saja di Provinsi atau Kabupaten /Kota luar Bali, tetapi dengan adanya dana desa sekarang ini di beberapa desa juga mulai berlomba-lomba untuk mengembangkan potensi obyek wisata yang dimiliki.

Menurut Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten PGRI Badung, Made Gde Putra Wijaya potensi ini harus dimanfaatkan oleh para lulusan SMK pariwisata untuk dapat mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada di pedesaan.

“Sehingga disinilah mereka bisa terserap dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki, dan dengan memanfaatkan kompetensi-kompetensi yang dimiliki,” kata Putra Wijaya saat ditemui dalam acara kegiatan table manner SMK PGRI 1 Badung di hotel Inna Sindhi Beach Denpasar,” Jumat (20/12/2019).

Ia menerangkan terhadap lulusan SMK pariwisata, contohnya jurusan akomodasi perhotelan ‘pariwisata’, fokus mereka tidak semata-mata hanya di bidang perhotelan saja. 

Gereja Katedral Denpasar Buat Pohon Natal Berbahan Anyaman Lontar Setinggi 11 Meter

SMKN 1 Denpasar Mengasah Kemampuan Siswa Lewat 31 Ekstrakurikuler

SMK N 1 Kuta Selatan Ajak Siswa Jadi Wirausahawan Muda

Tetapi, dalam arti luas dengan masuk pada jurusan akomodasi perhotelan ini mereka bisa bekerja ke kapal pesiar, dan mengembangkan obyek-obyek wisata.

”Mereka ini adalah tenaga-tenaga terampil yang sudah siap ditempatkan di berbagai sektor dunia usaha dan industri, tidak saja hanya perhotelan semata,” tuturnya.

Disisi lain, berkenaan dengan proporsi antara praktek dan teori, di SMK cenderung mengarahkan siswa pada hal-hal yang bersifat praktek.

“Kalau saya kalkulasikan dalam bentuk angka, mungkin teori 40 persen, dan praktek 60 persen,” ungkap dosen IKIP PGRI Bali ini.

Adapun SMK yang dibina oleh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten Badung sebagian besar mengelola SMK Pariwisata sehingga dari pihak YPLP mendorong sepenuhnya agar dilakukan upaya-upaya mendekatkan siswa kepada dunia usaha dan dunia industri.

“Yang dunia pariwisata seperti SMK PGRI 1 Badung ini tentu kami dorong untuk mengunjungi hotel-hotel, sehingga dengan demikian siswa tidak saja mendapat teori-teori di sekolah melainkan mereka turun ke lapangan bertemu dengan manajemen hotel sehingga mereka mengetahui apa saja dan bagaimana mekanisme kerja di Lingkungan dunia industri perhotelan,” jelasnya

Selanjutnya, untuk meningkatkan kompetensi, para siswa wajib untuk mengikuti on the job training mencari pengalaman di beberapa hotel.

Misalnya jurusan jasa boga dapat menguasai sistem tentang mekanisme sistem pembuatan termasuk penyajian dalam restoran, sedangkan akomodasi perhotelan dapat mengerti betul tentang bagaimana sistem penerimaan tamu dan mengajak tamu untuk menikmati fasilitas-fasilitas hotel itu sendiri.

Kepala SMK PGRI 1 Badung, I Gede Ari Nesa Wijaya menambahkan dalam kegiatan table manner SMK PGRI 1 Badung dilaksanakan di hotel Inna Sindhi Beach Denpasar ini bertujuan untuk mengenalkan dunia industri perhotelan setelah 6 bulan siswa melakukan teori di kelas dan sekolah. 

Sebagai sekolah kejuruan, lanjut dia, tentu menjadi bagian penting bagi siswa untuk turun langsung kelapangan atau praktek sesuai dengan bidangnya masing-masing, baik jurusan akomodasi perhotelan, tata boga dan yang lainnya.

“Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan hari ini diikuti 190 siswa,” kata Ari Nesa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved