Belum Genap Sebulan, Ada 4 Kejadian Kebakaran Pura di Bali

Pura Paibon Arya Kenceng, di Desa Adat Besang Kawan, Klungkung, Bali mengalami kebakaran hebat Sabtu (21/12/2019) tengah malam.

Belum Genap Sebulan, Ada 4 Kejadian Kebakaran Pura di Bali
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
(Ilustrasi) Bangunan Bale Pengaruman Pura Kawitan Dalem Arya Brangsinga di Jalan Puputan No 8 Semarapura mengalami kebakaran, Kamis (26/4/2018). 

Mereka mmbawa alat pemadam seadanya seperti ember serta menyambungkan selang ke lokasi untuk proses pemadaman.

Api makin membesar dan terus menjalar tertiup angin kencang ke pelinggih lainnya.

Mengingat atap pelinggih terbuat dari ijuk, kobaran api cepat merembet ke bangunan lain.

"Penyebabnya belum diketahui. Kerugian materiil sekitar Rp 250 juta. Korban jiwa nihil. Air yang digunakan untuk pemadaman dan pendinginan sekitar 8 ribu liter. Jumlah personil ke lokasi kejadian sekitar 11 orang dan 4 armada," kata Kepala Dinas Pemadam dan Kebakaran (Damkar) Karangasem, Nyoman Tari.

4. Atap Pelinggih Gedong Pura Griya Cakti Singarsa Terbakar

Petugas Dinas Kebakaraan saat melakukan penanganan kebakaran di Pura Griya Cakti Singarsa, Banjar Tagtag, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Minggu (1/12/2019).
Petugas Dinas Kebakaraan saat melakukan penanganan kebakaran di Pura Griya Cakti Singarsa, Banjar Tagtag, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Minggu (1/12/2019). (dok. ist.)

Peristiwa kebakaran terjadi di Pura Griya Cakti Singarsa yang ada di Banjar Tagtag, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Minggu (1/12/2019).

Atap pelinggih gedong itu diketahui terbakar sekitar pukul 12.25 Wita.

Syukur api yang membakar bagian atap gedong lekas dipadamkan oleh petugas, sehingga api tidak membesar dan merembet ke bangunan lainnya.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya mengatakan, kebakaran itu diduga terjadi karena adanya percikan api yang berasal dari aktivitas pembakaran sampah tak jauh dari pura tersebut.

Percikapan api lantas membakar atap pelinggih gedong yang berbahan ijuk.

“Tapi syukurlah api bisa segera dipadamkan oleh petugas dengan bantuan petugas BPBD Badung serta warga setempat,” katanya.
“Begitu mendapat informasi, petugas langsung bergegas ke lokasi. Petugas tiba pukul 12.40 Wita dan langsung melakukan pemadaman,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Wirya mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, sebab sangat rawan terjadi kebakaran.

Terlebih lagi cuaca akhir-akhi ini sangat panas membuat api cepat berkobar.

“Ini kan musim panas, jadi cepat api itu akan menyebar. Sehingga kami harap untuk mengantisipasi kebakaran terjadi, masyarakat tidak membakar sampah seenaknya, karena percikan api bisa membuat kebakaran,” pungkasnya. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved