BP3TKI Denpasar Sayangkan Keberadaan Pekerja Migran Ilegal

BP3TKI Denpasar menyayangkan masih adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara ilegal

Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi pekerja migran - BP3TKI Denpasar Sayangkan Keberadaan Pekerja Migran Ilegal 

BP3TKI Denpasar Sayangkan Keberadaan Pekerja Migran Ilegal

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar menyayangkan masih adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara ilegal.

Salah satunya kasus PMI yang diduga nekat loncat dari lantai 11 apartemen pada 7 November 2019 lalu di Taiwan.

Selepas mengalami kecelakaan, Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Syafruddin itu sempat dirawat di LandSeed Hospital di Kota Taoyuan, Taiwan.

PMI kelahiran Bima, 3 Januari 1992 itu, bekerja di Taiwan secara ilegal dilihat dari paspor yang digunakan bukanlah untuk bekerja, namun datang sebagai wisatawan.

Staf Seksi Perlindungan BP3TKI Denpasar Ida Bagus Yogi Puspakanta mengatakan, memang ada PMI yang nekat bekerja di luar negeri secara ilegal.

Dirinya pun menyayangkan ada PMI yang bekerja secara ilegal di luar negeri, di mana hal tersebut sangat berisiko.

Live Streaming Bali United vs Madura United, Prediksi dan Head to Head Kedua Tim

Konsumsi Vitamin, Rilekskan Mata, 4 Tips Melindungi Penglihatan Dalam Jangka Panjang

"Ya memang sangat berisiko. Di saat terjadi apa-apa kita tidak tahu keluarganya siapa, yang ngajak siapa. Mungkin saja, sudah hilang," kata dia saat dihubungi Tribun Bali, Minggu (22/12/2019).

Untuk masa paspor Syafruddin selama berada di luar negeri akan habis antara dua sampai tiga bulan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved