Gubernur Koster Kembali Wacanakan Pangkas Dana Hibah Anggota DPRD Bali

Gubernur Bali Wayan Koster kembali mewacanakan akan memotong dana hibah bagi pimpinan dan anggota DPRD Bali

Gubernur Koster Kembali Wacanakan Pangkas Dana Hibah Anggota DPRD Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Koster menyalami para insan media saat melakukan ramah tamah di rumah jabatannya, Denpasar, Bali, Minggu (22/12/2019) siang. Gubernur Koster Kembali Wacanakan Pangkas Dana Hibah Anggota DPRD Bali 

Sebelumnya, Gubernur Koster juga telah melakukan pemotongan dana hibah untuk anggota DPRD Bali sebanyak Rp 1 miliar.

Awalnya anggota DPRD Bali mendapatkan dana hibah sebanyak Rp 4 miliar, dan kini menjadi Rp 3 miliar.

Pemotongan dana hibah itu untuk pembiayaan pembangunan shortcut (jalan pintas) Denpasar-Singaraja.

Menanggapi wacana pemotongan dana hibah ini, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama saat dikonfirmasi mengatakan, kalau ada pemotongan dana hibah harus dibicarakan antara legislatif dan eksekutif.

Selain itu, kata politisi Tabanan itu, pemotongan dana hibah harus ditekankan melihat urgensi pembangunan.

4 Shio Diramal Ciong Tahun 2020, Shio Tikus Jangan Buka Usaha Atau Bakal Bangkrut

Liverpool Cetak Sejarah Baru, Tim Inggris Pertama yang Raih Treble Trofi Internasional

"Dan nanti kita lihat dulu, itu kan kalau ada pengurangan apa kan, harus antara eksekutif dan legislatif, dibicarakan. Itu kalau tujuannya urgen (atau) pembangunan yang urgen, dan dana hibah kita kan untuk pembangunan juga," kata dia saat dikonfirmasi secara terpisah.

Ayah Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti itu menyontohkan, pemotongan dana hibah sebelumnya misalnya, digunakan untuk pembangunan shortcut, maka DPRD Bali mendukung dan menyutujui hibah dipotong.

Namun di sisi lain, Adi Wiryatama menyatakan dana hibah anggota DPRD Bali juga penting untuk pembangunan masyarakat.

"Tetapi DPRD itu kan tujuannya pembangunan juga, pemerintah juga, untuk membangun Bali. Kan sama-sama (untuk pembangunan), tetapi ke mana kita lihat urgensinya dulu. Kalau urgen kenapa nggak duduk bersama untuk evaluasi," kata mantan Bupati Tabanan itu.

Saat ditanyakan apakah setuju dana hibah DPRD dikurangi, Adi Wiryatama mengatakan masalah ini bukan antara setuju dan tidak setuju.

Jika tujuannya seperti untuk pembangunan shortcut dan bersifat urgen, maka tentu disetujui oleh DPRD Bali.

Dia mengatakan jika shortcut sudah selesai, seharusnya dana hibah dikembalikan seperti semula.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved