Perairan di Bali Belum Lepas dari Potensi Gelombang Tinggi, BMKG Terus Berikan Imbauan

Beberapa perairan atau laut di wilayah Bali nampaknya belum terlepas dari adanya potensi gelombang tinggi.

Perairan di Bali Belum Lepas dari Potensi Gelombang Tinggi, BMKG Terus Berikan Imbauan
PEXELS.COM/GEORGE DESIPRIS
ILUSTRASI Gelombang Tinggi - Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Indonesia 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa perairan atau laut di wilayah Bali nampaknya belum terlepas dari adanya potensi gelombang tinggi.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Peringatan dini tersebut dikeluarkan melalui situs resminya di bmkg.go.id yang Tribun Bali akses pada Minggu (22/12/2019) pukul 08.00 Wita.

Hal itu dikeluarkan guna mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai potensi dari gelombang tinggi tersebut.

Beberapa perairan Bali yang diperkirakan mengalami gelombang tinggi yakni Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok dan Samudera Hindia.

Jelang Laga Terakhir Bali United Vs Madura United, Ini Komentar Pelatih Madura United, Rasiman

Bali United vs Madura United: Update Kekuatan Serdadu Tridatu, Teco Tampilkan Pemain Terbaik

"Perlu diwaspadai potensi tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali," tulisnya.

Sementara itu, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar juga turut mengeluarkan imbauan.

Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam area peringatan dini tersebut.

Mariah Carey Hadiahi Penggemar Kado Natal Video Baru All I Want for Christmas Is You

Hotman Paris Bangun Bisnis Baru di Bali, Diberi Nama Bar The Hotman Paris

Masyarakat dan kapal-kapal itu diimbau untuk mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut dan selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.

Menurut BBMKG Denpasar, fenomena pasang maksimum air laut dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," imbuhnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved