Breaking News:

PAD Klungkung Naik Berlipat-lipat Setelah Pungutan Wisman Diterapkan, Segini Pendapatannya Sekarang

Capaian itu, membuat Dinas Pariwisata merevisi target PAD dari sektor pariwisata pada anggaran perubahan 2019 lalu.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Huda Miftachul Huda
tribun bali/ ekamita suputra
Petugas melakukan penarikan retibusi kepada wisatawan saat masuk di Nusa Penida, Rabu (24/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung dari sektor pariwisata tahun ini naik berlipat-lipat.

Hal ini seiring diterapkanya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga per Juli 2019 lalu.

Penerapan aturan ini berdampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung dari sektor pariwisata. 

Bahkan peningkatan PAD dari sektor pariwisata meningkat 4 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Nengah Sukasta memaparkan, pada tahun 2017 lalu realisasi PAD Klungkung dari sektor pariwisata berkisar Rp 3 miliar lebih, dengan jumlah 423.626 kunjungan.

Anggaran Buku di Perpustakaan Desa Klungkung Capai 100 Juta, Perpustakaan Desa Banyak Tidak Terurus

Petani di Karangasem Ramai-ramai Babat Pohon Salak, Sekilo hanya Dihargai Rp 1.000

Lalu tahun 2018, realisasi PAD Klungkung dari sektor pariwisata mengalami penurunan karena dampak langsung dari erupsi Gunung Agung, yakni Rp 2,8 miliar dengan jumlah 253.472 kunjungan.

" Pada tahun-tahun sebelumnya, objek wisata Kertha Gosa dan Goa Lawah merupakan penyumbang PAD terbesar dari sektor pariwisata di Klungkung," ujar Sukasta, Selasa (24/12/2019).

Di tahun 2019, realisasi PAD Klungkung dari sektor pariwisata meningkat 4 kali lipat, yakni mencapai Rp 11,5 miliar lebih dengan jumlah sekitar 433.334 kunjungan.

Peningkatan ini terjadi setelah Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga kami terapkan di Nusa Penida.

Dengan diterapkannya Perda tersebut, Pemkab Klungkung melakukan pungutan Rp 25 ribu per orang untuk wisman dewasa, dan Rp 15 ribu per orang untuk wisman anak-anak yang berkunjung ke Nusa Penida per 1 Juli 2019.

Adapun dari enam pelabuhan di Nusa Penida yang digunakan sebagai lokasi pungutan retribusi, rata-rata nominal retribusi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 1 miliar lebih per bulan.

Bupati Klungkung Suwirta Terima Satya Lencana Kebaktian Sosial 2019

"Jadi penarikan retribusi terhadap wisatawan saat berkunjung ke Nusa Penida signifikan sekali dampaknya terhadap pemasukan PAD Klungkung," ungkap Sukasta.

Capaian itu, membuat Dinas Pariwisata merevisi target PAD dari sektor pariwisata pada anggaran perubahan 2019 lalu. 

Melihat peningkatan retribusi yang terjadi itu, Dinas Pariwisata Klungkung akhirnya merevisi target PAD sektor pariwisata tahun 2019 saat APBD perubahan.

Jika sebelumnya Dispar Klungkung menargetkan PAD sektor pariwisata tahun 2019 berkisar Rp 7 miliar dengan jumlah 543.979 kunjungan, di APBD Perubahan, pihaknya memasang target Rp 12 miliar lebih dengan jumlah 543.978 kunjungan.

“ Target tahun 2020 nanti akan kami rapatkan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved