Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gerhana Matahari Cincin

BREAKING NEWS: BMKG Wilayah III Denpasar Lakukan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 

Petugas BMKG Wilayah III Denpasar melakukan pengamatan Gerhana Matahari Cincin di lantai teratas atau rooftop Kantor BMKG Wilayah III Denpasar.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Foto : Suasana pengamatan gerhana matahari cincin di Kantor BMKG Wilayah III Denpasar. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Petugas BMKG Wilayah III Denpasar melakukan pengamatan Gerhana Matahari Cincin di lantai teratas atau rooftop Kantor BMKG Wilayah III Denpasar Jl. Raya Tuban Kuta Badung, Bali, Kamis (26/12/2019) siang.

Sejumlah petugas tersebut melakukan pengamatan menggunakan kamera Vixen Jepang yang digunakan di seluruh BMKG di Indonesia.

Kepala Kantor BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, Ikhsan mengatakan di Provinsi Bali gerhana matahari cincin dapat diamati mulai pukul 12.11 WITA hingga pukul 15.36 WITA.

“Tadi disini (pengamatan Kantor BMKG Wilayah III Denpasar) kita menyebutnya kontak pertama terjadi 12.15 WITA. Dan di prakirakan puncaknya pukul 14.03 WITA berakhir 15.36 WITA. Gerhana matahari cincin terjadi selama 3 jam 22 menit,” jelas Ikhsan.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Gerhana Matahari Cincin, Ini Link-nya

Gerhana Matahari Cincin Siang Ini, Jangan Melihat Matahari Langsung, Ini Efeknya

Hal yang perlu diperhatikan adalah untuk melakukan pengarnatan gerhana matahari cincin tidak boleh dilakukan tanpa alat bantu karena dapat menyebabkan kerusakan hingga kebutaan. 

Oleh karena itu, dihimbau agar menggunakan kacamata khusus matahari atau menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari, seperti filter Neutral Density 5 (ND-5) untuk mengamati gerhana matahari cincin. 

Gerhana Matahari merupakan fenomena alami yang terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus 

dimana cahaya matahari yang menyinari bumi terhalangi oleh bulan sehingga kondisi bumi akan gelap seperti malam hari meskipun masih siang/sore hari. 

Fenomena ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi dan Bulan yang terjadi pada fase bulan baru. 

Sedangkan Gerhana Bulan terjadi ketika cahaya matahari menuju bulan terhalangi oleh bumi, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bulan dan itu terjadi pada saat bulan purnama. 

Untuk waktu terjadinya gerhana, balk itu gerhana matahari maupun gerhana bulan bisa diprediksi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. 

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi terletak pada satu garis sehingga tidak sepenuhnya cahaya matahari dapat diterima bumi. 

Disebut gerhana matahari cincin karena cahaya matahari yang menuju ke bumi ditutup sepenuhnya oleh permukaan bulan, sehingga tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. 

Gerhana Matahari Cincin melewati 7 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.  

Sedangkan untuk daerah lainnya juga bisa mengamati Gerhana Matahari Cincin berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana tertentu. 

“Untuk di Bali sendiri kita magnitudonya 68.4 persen artinya hanya bagian matahari yang tertutup 68.4 persen atau hanya gerhana matahari sebagian disini,” imbuhnya.(*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved