Krama Nusa Penida Bali Gelar Upacara Mendak Tirta, Ritual Memohon Turun Hujan

Masyarakat Nusa Penida, Klungkung, Bali sudah berbulan-bulan lamanya menantikan turunnya hujan.

Krama Nusa Penida Bali Gelar Upacara Mendak Tirta, Ritual Memohon Turun Hujan
Ist/Dewa Santana
Warga Nusa Penida gelar ritual mendak tirtha, Jumat (17/12/2019) yang salah satu tujuannya untuk memohon turunnya hujan sehingga warga setempat dapat bercocok tanam. 

Krama Nusa Penida Gelar Upacara Mendak Tirta

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Masyarakat Nusa Penida, Klungkung, Bali sudah berbulan-bulan lamanya menantikan turunnya hujan.

Namun hingga menjelang akhir Desember ini, hujan yang dinantikan belum juga turun.

Warga di Desa Batununggul Nusa Penida pun, mulai menggelar upacara mendak tirta untuk memohon hujan.

Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul I Dewa Ketut Tayanegara menjelaskan, upacara tersebut tujuannya untuk memohon hujan kepada yang kuasa.

Sehingga warga setempat dapat mulai bercocok tanam.

Sudah beberapa bulan ini, warga di Nusa Penida sulit bercocok tanam dan memberikan pakan ternak minum karena kemarau yang berkepanjangan.

Bahkan beberapa desa di Nusa Penida juga mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

" Upacara ini juga untuk mengharmoniskan alam. Karena tentu masyarakat tidak bisa lepas dari alam.

Termasuk memohon kepada penguasa semesta, agar hujan yang diantikan segera turun. Dengan demikian warga pun bisa mulai bercocok tanam," ungkap Dewa Ketut Tayanegara.

Upacara ini diawali dengan " Nedunang Bhatara Tirta" dari Pura Sad Kahyangan Jagat Nusa Penida dan Pura Kahyangan Tiga yang totalnya berjumlah 19.

Dalam ritual yang dilakukan secara turun menurun ini, warga juga memohon keselamatan dan terhindar dari cuaca ekstrim.

" Prosesinya ini selama 4 hari. Tirtha (air suci) lalu dibagikan ke semua masyarakat," ungkap Tayanegara. (*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved