Geliat Rumput Laut Setelah 4 Tahun Ditinggalkan, Pemkab Klungkung Janji Jaga Harga Komoditi

Empat tahun lebih, budidaya rumput laut di Desa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali mati suri karena anjloknya harga dan produksi.

Geliat Rumput Laut Setelah 4 Tahun Ditinggalkan, Pemkab Klungkung Janji Jaga Harga Komoditi
Pemkab Klungkung
Aktivitas budi daya rumput laut mulai menggeliat di Desa Lembongan, Nusa Penida, Rabu (1/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Empat tahun lebih, budidaya rumput laut di Desa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Bali mati suri karena anjloknya harga dan produksi.

Namun saat ini, petani setempat kembali tertarik untuk mengembangkan komoditi asli Nusa Penida tersebut.

Para petani rumput laut inipun, berharap tahun 2020 ini harga komoditi rumput laut tetap menjanjikan di pasaran.

Salah seorang petani rumput laut, Wayan Sulasni mengatakan, selama 4 tahun pekerjaan budidaya rumput laut ditinggalkan oleh masyarakat di Desa Lembongan.

Hal ini disebabkan oleh anjloknya harga dan turunnya produksi akibat hama yang menyerang.

Selain itu, ada pula isu yang menyebutkan rumput laut tidak berkembang akibat limbah hotel dan restoran.

"Selama berhenti bertani, saya bersama petani rumput lainnya beralih kerja ke hotel dan restaurant. Namun bagi yang berusia tua dan tidak produktif, hanya menganggur atau tidak bekerja," ujar Sulasni, Rabu (1/1/2020)

Sejak awak Desember 2019 lalu, dirinya bersama anggota kelompok tani ruput laut di desa Lembongan kembali mencoba membudidayakan rumput laut dan ternyata berhasil panen.

Nowela Idol Semarakkan Perayaan Natal di Moskow Rusia

Perayaan Tahun Baru Berdarah di Mengwi, Ngurah Yoga Tikam Agung Hingga Tewas & Tebas Ibu Kandung

Selama sebulan ini dirinya bersama kelompoknya membudayakan rumput laut untuk dijadikan bibit dan belum sampai dipasarkan.

Ke depan, jika kebutuhan bibit telah terpenuhi dan budidaya berhasil, hasil panen akan dijual dengan harga pasaran sekitar Rp 18 ribu/kilo kepada tengkulak.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved