Catatan Bencana Tahun 2019 di Bali, BPBD Sebut 2 Gempa di Bali Ini yang Paling Merugikan

Wilayah Bali dilaporkan mengalami sejumlah bencana sepanjang tahun 2019.

Catatan Bencana Tahun 2019 di Bali, BPBD Sebut 2 Gempa di Bali Ini yang Paling Merugikan
Tribun Bali/Prima
(Ilustrasi) Pulau Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wilayah Bali dilaporkan mengalami sejumlah bencana sepanjang tahun 2019.

Salah satu bencana yang melanda wilayah Bali tahun 2019 yakni bencana geologi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Made Rentin memaparkan, bencana geologi yang terjadi sepanjang 2019 seperti gempa bumi dan letusan gunungapi.

Menurutnya, kejadian gempa bumi yang menonjol terjadi di Bali yakni pada 16 Juli dan 14 November 2019.

Gempa pada 16 Juli 2019 Pukul 08.18 Wita berpusat di Samudra Hindia mengakibatkan sebanyak 54 bangunan di Bali rusak dengan kategori ringan hingga sedang dengan kerugian.

Akibat bencana tersebut, kerugian yang dialami diperkirakan lebih dari Rp 850 juta.

“Nihil korban jiwa namun tujuh orang luka ringan dan satu orang luka berat,” kata Rentin di Denpasar, Jum’at (3/1/2020).

Kemudian gempa bumi yang berpusat di 21 km barat Kota Singaraja, Buleleng, Bali pada Kamis, 14 November 2019 Pukul 18.21 Wita mengakibatkan 113 rumah rusak.

Meski kejadian ini juga nihil korban jiwa, tapi telah menimbulkan kerugian material lebih dari Rp 1,5 Milyar.

Selama tahun 2019, bencana geologi lainnya adalah terjadinya letusan gunungapi.

BPBD Bali mencatat, sepanjang 2019 telah terjadi 27 letusan Gunung Agung dimana frekuensi letusan terbanyak pada bulan Januari dan Mei sebanyak 6 kali letusan di tiap bulan.

Rentin menuturkan, BPBD kabupaten dan kota se-Bali secara aktif dan responsif setiap terjadi kejadian bencana yang terjadi di wilayah kerjanya.

Kinerja masing-masing BPBD ini juga mendapatkan dukungan dari BPBD Provinsi Bali.

Selain penanganan kebencanaan secara aktif, kegiatan lain seperti rapat koordinasi antar BPBD dan instansi terkait dalam penanggulangan kebencanaan juga dilakukan.

“Kegiatan melalui Rapat Koordinasi BPBD se-Bali yang diadakan dua kali pada tahun 2019 serta rapat persiapan menghadapi anomali cuaca di Bali yang diikuti BPBD kabupaten/kota se-Bali serta pihak-pihak terkait seperti BMKG dan lain-lain,” terangnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved