10 Tahun Kerja Jadi TKW di Malaysia, Istri Minta Cerai, Suami Langsung Bawa Eskavator Robohkan Rumah

Wignyo menjelaskan, SS yang selama ini tinggal di Trenggalek bersama anaknya, awalnya menolak permintaan cerai istrinya.

KOMPAS.com/SLAMET WIDODO
Kondisi rumah pasangan SS dan SE warga desa Tasikmadu kecamatan Watulimo Trenggalek Jawa Timur yang dirobohkan menggunakan eskavator 

TRIBUN-BALI.COM, TRENGGALEK - Seorang suami di Trenggalek, Jawa Timur, SS, membongkar rumah yang ditinggali karena digugat cerai oleh istrinya, SE.

SE minta cerai setelah dia pulang dari bekerja di Malaysia.

SE merupakan tenaga kerja Indonesia selama 10 tahun.

Dari keterangan Kepala Desa Tasikmadu Wignyo Handoyo, pembongkaran rumah pasangan suami istri tersebut sudah melalui kesepakatan dan membuat surat pernyataan.

Pemerintah desa sudah melakukan upaya mediasi.

Namun, SS dan SE tetap memilih membongkar rumah tersebut.

SS dan SE memiliki seorang anak yang tengah duduk di kelas VI SD.

Wignyo menjelaskan, SS yang selama ini tinggal di Trenggalek bersama anaknya, awalnya menolak permintaan cerai istrinya.

Namun, sang istri tetap mendesak untuk bercerai, hingga akhirnya suami meminta ganti rugi dari pembangunan rumah tersebut sebesar Rp 200 juta.

Awalnya, sang istri menyepakati ganti rugi sebesar Rp 40 juta.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved