Kronologi Made Rai Topan Aniaya & Pukul Sekuriti Rumah Dinas Bupati Badung, Dipicu Gara-gara Ini

Seorang pria asal Banjar Grokgak, Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dibekuk polisi lantaran telah menjotos petugas sekuriti

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Dok Polsek Mengwi
Terduga pelaku pemukulan sekuriti, Made Rai Topan Mulyawan kaki tangannya di borgol dengan rantai saat diamankan Polsek Mengwi. 

Kronologi Made Rai Topan Aniaya & Pukul Sekuriti Rumah Dinas Bupati Badung, Dipicu Gara-gara Ini

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seorang pria asal Banjar Grokgak, Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dibekuk polisi lantaran telah menjotos petugas sekuriti di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (4/1) sore.

Pria yang diketahui bernama Made Rai Topan Mulyawan (37) itu memukul salah-satu sekuriti yang bertugas di rumah jabatan bupati Badung.

Pemukulan salah-satu petugas sekuriti yang bernama I Gusti Ngurah Sumerta (52) asal Banjar Kangin, Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung itu diduga karena kesalahpahaman dan ketersinggungan pelaku saat membicarakan perekrutan sekuriti.

Kabarnya, korban pernah memintai KTP ke seluruh petugas sekuriti yang bertugas menjaga Puspem Badung.

Menurut informasi yang didapat, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita.

Saat itu korban atau Gusti Ngurah Sumerta dan temannya sedang melaksanakan tugas jaga di rumah jabatan bupati Badung

Tiba-tiba datang pelaku yang kerap disebut Topan, dan menanyakan anak bupati Badung.

Nah saat ditanya korban pun menjawab bahwa  anak bupati yang ditanyakan sedang ada di Desa Pelaga, Petang.

"Mengetahui yang dicari tidak ada, setelah itu terjadi percakapan antara pelaku dan korban tentang masalah perekrutan sekuriti di Puspem, yang dimenangkan oleh PT Inti Sarana Wijaya. Mungkin pelaku tersinggung atau bagaimana oleh korban," jelas sumber polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dijelaskan, korban yang juga petugas sekuriti di Puspem pernah mengumpulkan KTP anggota satpam di Puspem.  

"Intinya dibilang masalahnya perekrutan sekuriti. Tapi untuk rinciannya, kurang jelas, karena sudah ditangani oleh Polsek Mengwi," kata sumber itu.

Sumber itu melanjutkan, saat pelaku tersinggung dengan pembicaraan korban, pelaku langsung menendang kaki kiri korban sekali dan memukul bibir korban sebanyak satu kali.

"Kakinya yang ditendang terasa sakit, serta mulut sekuriti juga robek," kata sumber itu.

Kasubag Humas Polres Badung, Inspektur Satu (Iptu) I Ketut Gede Oka Bawa SH saat dikonfirmasi Minggu (5/1) membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengatakan, setelah kejadian korban langsung melapor ke Polsek Mengwi.

"Iya kejadiannya pada Minggu (5/1) sore di rumah jabatan bupati," kata Oka Bawa.

Oka Bawa mengungkapkan, setelah menerima laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Mengwi langsung melaksanakan pencarian terhadap Topan. Pelaku berhasil diamankan di rumahnya di Banjar Grokgak, Desa Sempidi.

"Saat diamankan pelaku tidak melawan. Kini masih dilakukan penyelidikan di Polsek Mengwi," kata Oka Bawa sembari mengatakan pelaku sudah diamankan.

Sementara itu, Kapolsek Mengwi AKP Gede Putra Astawa, SH, SIK belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi via telepon tidak diangkat meski terdengar nada sambung.(*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved