Begini Kesaksian Kepala SMAN 1 Depok Mengenai Perilaku Reynhard Sinaga Semasa Sekolah

Reynhard merupakan alumni dari sekolah tersebut pada tahun 2002 di jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Begini Kesaksian Kepala SMAN 1 Depok Mengenai Perilaku Reynhard Sinaga Semasa Sekolah
GREATER MANCHESTER POLICE via BBC
Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Reynhard Sinaga dalam empat sidang terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DEPOK - Kepala sekolah SMA Negeri 1 Depok, Supiana tidak menyangka Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, terpidana seumur hidup di Manchester, Inggris, terjerat kasus pemerkosaan.

Reynhard merupakan alumni dari sekolah tersebut pada tahun 2002 di jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Menurut Supiana, pada waktu menjadi siswa di sekolah, Reynhard tidak menunjukkan sikap yang menyimpang.

"Sepengetahuan saya dari informasi yang digali itu anaknya baik, tidak menunjukkan gejala yang prihatin seperti ini, tidak ada gejala yang menuju kesana," ujar Supiana saat ditemui, Selasa (7/1/2020).

Supiana kaget dan tidak menyangka akan penangkapan Reyhand. "Ya memang kami kaget tidak menyangka. Kalau kami me-refresh ke belakang, tidak menyangka akan terjadi seperti ini," ujar Supiana.

Menjadi Pelaku 159 Kasus Pemerkosaan Laki-Laki, Reynhard Sinaga Diduga Gunakan Obat GHB, Apa Itu?

Ramalan 12 Shio Tahun 2020: Shio Ular Makmur, Tapi Kesehatannya? Harus Hati-hati, nih!

Ramalan Zodiak 7 Januari 2020, Pisces Pertahankan Harapanmu, Aquarius Mendapatkan Kesuksesan

Terlepas dari kejadian tersebut, Supiana berharap agar persoalan yang menimpa murid didiknya menjadi peringatan agar menjadi lebih baik lagi.

"Secara pribadi saya mengucapkan prihatin dan mendoakan apapun yang terjadi itu kita berharap mendapatkan yang terbaik bagi dirinya karena bagaimanapun dia alumni dari sekolah ini," ujar Supiana.

Dari segi pendidikan, Reynhard termasuk orang yang terpelajar. Ia merupakan lulusan jurusan arsitektur Universitas Indonesia, dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Inggris pada 2007.

Bahkan, sebelum ditangkap, ia tengah mengenyam studi doktoral di Universitas Leeds.
Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, menjelaskan bahwa perkosaan berantai ini adalah "kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris".

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved