Jenazah Terdampar di Pantai Lebih

BREAKING NEWS: Jenazah Korban Sampan Terbalik Ditemukan di Pantai Lebih Gianyar

Korban sampan terbalik di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar akhirnya ditemukan di Pantai Lebih

TRIBUN BALI.COM, GIANYAR - Korban sampan terbalik di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar akhirnya ditemukan di Pantai Lebih, Gianyar, Bali, Selasa (7/1/2020).

Jasad Apro Yosi terdampar di bibir pantai depan Hotel Rumah Luwih, Desa Lebih, Gianyar, Bali tepatnya pada koordinat 8°35'2.14"S-115°21'10.41"E.

“Sekitar pukul 04.45 Wita warga setempat yang melihat ada benda mencurigakan, ketika didekati ternyata jenazah dalam posisi terlentang masih mengenakan baju dan pakaian dalam," jelas Kepala Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo. 

Dari laporan yang diterima Basarnas bahwa Apro Yosi ditemukan pada pukul 04.30 Wita.

Pelapor meminta bantuan untuk mengevakuasi korban.

Sampan Nyaris Terbalik Karena Overload, Sebagian Muatan Kebutuhan Pokok Jatuh ke Laut

BREAKING NEWS Ombak Ganas Setinggi 4 Meter Hantam Sampan di Kusamba Hingga Tenggelam

Setibanya di lokasi, tim rescue berkoordinasi dengan unsur SAR terkait dari BPBD, PMI, Balawista, Polsek Gianyar dan masyarakat setempat.

“Akhirnya kurang lebih Pukul 05.31 Wita korban dievakuasi menuju RSUP Sanglah menggunakan ambulance milik PMI," imbuh Hari Adi.

Diberitakan sebelumnya, sebuah sampan dengan 2 orang terbalik dihantam ombak di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Kecamatan Belahbatuh, Kabupaten Gianyar

Kecelakaan pelayaran yang terjadi pada Minggu 5 Desember 2020 malam tersebut mengakibatkan 1 orang ditemukan selamat, sementara seorang lainnya masih dalam pencarian. 

Korban selamat bernama Jonatan Febriayanto (35) dievakuasi ke RS Kasih Ibu Gianyar untuk mendapatkan penanganan medis.

Diketahui 1 korban lainnya yang dinyatakan hilang saat itu atas nama Apro Yosi Prasetio (30) asal Jawa Tengah.

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian  dengan mengerahkan RIB (Rigid Inflatable Boat) 05 dari dermaga KN SAR Arjuna di Benoa dan dibantu nelayan setempat menggunakan jukung. 

Sementara itu SRU darat menyisiri sepanjang bibir pantai. Beberapa jukung nelayan setempat juga membantu upaya pencarain.

“Dikarenakan kedua korban telah ditemukan dan tidak ada lagi laporan kehilangan korban lainnya, maka pencarian kami hentikan di hari ke dua operasi SAR," tuturnya.(*).

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved