Terserang Gatal-Gatal, 4 Anggota TRC Buleleng Gelar Ritual Ini, Menari dan Kelilingi Pohon Wani

Mereka menari dengan mengelilingi sebuah pohon wani yang ada di kawasan Desa Pegadungan.

Terserang Gatal-Gatal, 4 Anggota TRC Buleleng Gelar Ritual Ini, Menari dan Kelilingi Pohon Wani
Istimewa
Anggota TRC BPBD Buleleng saat menggelar tradisi mewanian, Selasa (7/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG– Ritual unik dilakukan oleh Empat anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng pada Selasa (7/1/2020).

Mereka menari dengan mengelilingi sebuah pohon wani yang ada di kawasan Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Tradisi ini konon mereka jalani untuk menghilangkan penyakit gatal-gatal akibat terkena getah pohon wani, atau yang biasa disebut dengan kewanian. 

8 Wisata Spritual yang Dapat Dikunjungi Saat Liburan Tahun Baru 2020 di Bali

Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Bali Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Logistik

Empat anggota TRC BPBD Buleleng yang terkena Kewanian ini ialah Kabid Kedaruratan I Wayan Duala Arsayasa, serta tiga anggotanya bernama Putu Agra Kusuma, Edy Purnawirawan dan Nyoman Dharma Kurniawan.

Mereka tanpa sengaja terkena getah wani saat sedang menangani pohon wani yang tumbang di Desa Pegadungan, pada Sabtu (4/1/2020) malam.

Akibatnya, kulit mereka pun terasa gatal dan perih. 

Kabid Kedaruratan I Wayan Duala Arsayasa menyebutkan, saat melakukan penanganan, sejatinya pihaknya sudah mengetahui bahwa getah pohon wani itu bisa menyebabkan gatal-gatal.

Namun demi menjalankan tugas, mereka akhirnya merelakan kulitnya terpapar oleh getah pohon wani.

Efek gatal-gatal itu sebut Daula baru dirasakan sekitar dua hari kemudian. 

Hal senada juga dirasakan oleh Putu Agra Kusuma. Ia mengaku merasakan gatal di seluruh tubuh mulai dari wajah hingga kaki.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved