Tuntutan Driver Taksi Konvensional

Datangi Gubernur Bali, Massa Tuntut Taksi Online Tak Masuk Pangkalan Taksi Konvensional

Driver taksi konvensional tuntut agar taksi online tak masuk pangkalan taksi konvensional

Datangi Gubernur Bali, Massa Tuntut Taksi Online Tak Masuk Pangkalan Taksi Konvensional
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Driver konvensional Bali Transport Bersatu (BTB) saat mencoba mendobrak pintu masuk rumah jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Rabu (8/1/2019). Datangi Gubernur Bali, Massa Tuntut Taksi Online Tak Masuk Pangkalan Taksi Konvensional 

Datangi Gubernur Bali, Massa Tuntut Taksi Online Tak Masuk Pangkalan Taksi Konvensional

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Driver taksi konvensional mendatangi Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, di Denpasar, Bali, Rabu (8/1/2020).

Ratusan massa tersebut, datang ke Rumah Jabatan Gubernur Bali dengan mengenakan pakaian adat Bali.

Ditemui di lokasi, Ketua Canggu Batu Bolong Transport (CBBT) I Wayan Tono mengatakan, kedatangannya ke rumah jabatan Gubernur Bali guna mempertegas agar tidak ada taksi online di Bali.

Terlebih para driver konvensional di Bali telah mempunyai pangkalan tersendiri, sehingga tidak ada perebutan lahan.

BREAKING NEWS: Driver Konvensional Datangi Gubernur Bali, Tuntut Kejelasan Soal Taksi Online

Makam Lina Akan Dibongkar, Ini Reaksi Keluarga Soal Rencana Autopsi

"Mudah-mudahan dia (taksi online) tidak bisa masuk ke wilayah pangkalan-pangkalan taksi konvensional," harapnya.

Tono mengatakan, sebagian besar taksi online, driver-nya tidak berasal dari Bali.

Dijelaskan olehnya, kedatangan para driver taksi konvensional ini ke rumah jabatan Gubernur Bali sudah ada janji dengan Gubernur Koster.

Kedatangannya karena antusias mendukung beberapa perwakilan pangkalan yang bertemu dengan Gubernur Koster.

Pohon Tumbang di Denpasar, Ini Fakta Lain Pohon Kepuh yang Dikenal Sebagai Pohon Angker

Buntut Rusuh dengan Suporter Timnas Indonesia, FIFA Jatuhkan Sanksi Ini ke Malaysia

"Kedatangan ini cuman memberi support kepada rekan-rekan saya yang ada di pengurus-pengurus BTB khususnya," kata dia.

Tono mengatakan, dirinya melihat Gubernur Koster antusias dalam membatasi taksi online di Bali, dan sudah bersedia mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) agar adanya titik terang bagi taksi konvensional di Bali.

Menurutnya, melalui Pergub tersebut keberadaan taksi online hanya diberikan kepada masyarakat Bali, dengan syarat bisa berbahasa Bali, berpakaian adat Bali dan mengetahui norma-norma di Bali.

Selain itu, dengan Pergub itu juga akan disetop taksi online di berbagai destinasi wisata yang ada di Bali, seperti Nusa Dua, Kuta, Ubud, Canggi, Tanah Lot, Pecatu, Sanur, Unggasan, Tampak Siring, Jimbaran dan sebagainya.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved