Di Balik Fakta Reynhard Sinaga Perkosa 136 Laki-laki di Inggris, Hanya Butuh Semenit Cari Mangsa

Nama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga atau Reynhard Sinaga (36) mendadak menjadi perbincangan publik setelah pengadilan Manchester, Inggris,

Editor: Ady Sucipto
Greater Manchester Police via BBC/Kompas
Reinhard Sinaga pria asal Jambi yang divonis bersalah pengadilan Manchester Inggris atas kasus pemerkosaan terhadap puluhan pria. 

Perlindungan hukum yang dilakukan KBRI London dalam bentuk memastikan Reynhard mendapat pengacara dan mendampingi selama rangkaian persidangan.

Pria 36 tahun itu juga mendapatkan perlindungan non-litigasi dalam bentuk kunjungan kekonsuleran selama di penjara serta fasilitasi pertemuan dan komunikasi keluarga RS dan pengacara.

Semua perlindungan dilakukan untuk memastikan Reynhard Sinaga mendapatkan hak-haknya secara adil dalam sistem peradilan setempat.

PPI Prihatin

Sementara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Inggris prihatin atas kasus Reynhard yang juga mahasiswa S3. Ketua PPI Maria Stela Clarisa Nau mengatakan, kasus Reynhard menjadi sorotan media, sebagai kejahatan luar biasa yang belum pernah terjadi di Inggris.

"Kami mahasiswa Indonesia khususnya dari organisasi PPI, prihatin sekali dengan apa yang terjadi," ujar Stela saat dihubungi Tribun Network, kemarin.

Stela mengatakan, tidak ada dampak langsung yang dirasakan pelajar Indonesia lain usai vonis seumur hidup kepada Reynhard.

Ia menilai, masyarakat di Inggris lebih memandang kasus tersebut sebagai kasus personal sehingga tak ada sentimen negatif yang didapat pelajar Indonesia lain.

"Apakah itu berdampak langsung dengan kegiatan pelajar sehari-hari di Inggris? Tidak terganggu.

Kami tetap beraktivitas seperti biasa, kuliah, melakukan tugas, berkoodirnasi satu sama lain seperti biasa tidak ada halangan yang berartinya.

Artinya tidak ada respon yang berbeda, negatif dari masyarakat Inggris maupun orang-orang di sini ya semua berjalan dengan normal," ujar Stela.

Stela menambahkan, aktivitas pelajar Indonesia berjalan seperti hari-hari normal biasa.

"Kami beraktivitas seperti biasa, kami antar sesama pelajar saling mengingatkan, dan kami percaya KBRI telah menjalankan tugasnya dengan baik," tutur dia. Dari data PPI ada sekitar 4.000 pelajar asal Indonesia yang menimba ilmu di negeri Ratu Elizabeth.

Sementara itu, Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyatakan, KBRI London diketahui telah memberikan bantuan hukum kepada Reynhard. Selain itu, KBRI juga memfasilitasi Reynhard untuk bertemu keluarga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved