Jokowi Tinjau Situasi Terkini di Natuna, Ini Agenda yang Akan Dilakukannya

Menghangatnya wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Perairan Natuna oleh masuknya kapal-kapal China belakangan ini, langsung direspon Presiden Joko

Jokowi Tinjau Situasi Terkini di Natuna, Ini Agenda yang Akan Dilakukannya
dok ist
Presiden Joko Widodo 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menghangatnya wilayah Zona Ekonomi Ekslusif  (ZEE) di Perairan Natuna oleh masuknya kapal-kapal China belakangan ini, langsung direspon Presiden Joko Widodo dengan bertolak ke Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020). 

Menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 Presiden Jokowi, bersama dengan rombongan berangkat menuju Natuna melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.35 WIB. 

Dilansir Tribun Bali via Kompas.com, setibanya di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Jokowi dan rombongan langsung menuju ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna. 

Kapal China Bertahan di Laut Natuna, Bakamla Tambah 2 Kapal Perang & TNI AU Kirim 4 Jet Tempur F-16

Di tempat tersebut, selain meninjau jajar kapal, Presiden juga direncanakan bertemu dengan ratusan nelayan.

Setelahnya, Presiden akan menuju Kantor Bupati Kabupaten Natuna untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Selesai acara, Kepala Negara akan menuju Pangkalan TNI AU Raden Sadjad untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Natuna, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.

Selain itu, turut juga Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.

Situasi di perairan Natuna dalam beberapa hari terakhir memanas setelah kapal pencari ikan dan coast guard milik China berlayar di kawasan tersebut.

Padahal, perairan Natuna berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved