Breaking News:

Arief Budiman Tidak Menampik Penangkapan Wahyu Pengaruhi Kepercayaan Publik kepada KPU

Arief pun kembali menegaskan bahwa semua kegiatan KPU saat ini masih berjalan seperti biasanya. Kemudian, tahapan Pilkada Serentak 2020

kompas.com
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman mengakui penangkapan salah seorang komisioner KPU Wahyu Setiawan bisa memengaruhi kepercayaan publik kepada lembaga penyelenggara pemilu, terutama KPU.

"Tergantung penetapan nanti statusnya seperti apa ya. Ya tentu publik akan terpengaruh soal ini," ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Namun, Arief menegaskan, setelah ini akan ada langkah tindaklanjut dari KPU.

"Kami akan jelaskan nanti detail apa langkah yang akan kami lakukan, bagaimana publik agar tetap percaya kepada apa yang kami kerjakan. Nanti kami akan berikan keterangan detail setelah ada keterangan dari KPK soal status Pak Wahyu " tuturnya.

Arief pun kembali menegaskan bahwa semua kegiatan KPU saat ini masih berjalan seperti biasanya. Kemudian, tahapan Pilkada Serentak 2020 pun tetap bergulir.

Setelah Mantan Istri Sule Meninggal, Rizky Febian Mimpi Didatangi Lina: Menangis, Minta Tolong

Ramalan Zodiak Besok 10 Januari 2020, Aries Jaga Kesehatan, Kebaikan Capricorn Bawa Keberuntungan

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 9 Januari 2020: Gemini Jangan Terlalu Tegang, Scorpio Sedang Bahagia

"Saya udah minta KPU provinsi, KPU kabupaten, KPU kota untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa. Hari ini saya juga melakukan pelantikan empat orang anggota KPU dari empat kabupaten/kota yakni Kabupaten Sidrap, Kabupaten Palopo, Kabupaten Ogan Komering Ilir," tambah Arief.

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (8/1/2020). Penangkapan Wahyu diduga terkait transaksi suap.

"Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap," kata Ketua KPK Firli Bahuri.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan, operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan tak akan mengganggu proses Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2020.

"Tidak ada kaitannya," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Selebihnya, Mahfud mengatakan pihaknya menunggu KPK mengumumkan detail kasus itu. "Ya tidak apa-apa, kita lihat saja. Nanti kan akan diumumkan apa kasusnya, kalau OTT kan tidak apa-apa," kata Mahfud.

Pada Rabu (8/1/2020), KPK menangkap Wahyu dalam operasi tangkap tangan. KPK menyegel ruang kerja Wahyu di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Arief Budiman Akui Penangkapan Wahyu Bisa Pengaruhi Kepercayaan Publik pada KPU

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved