Loka POM Buleleng Sita Komestik Senilai Rp 247 Juta Tanpa Izin Edar

Sebanyak 39.906 kosmetik tanpa izin edar disita oleh Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Buleleng

Loka POM Buleleng Sita Komestik Senilai Rp 247 Juta Tanpa Izin Edar
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas Loka POM Buleleng, Made menunjukkan produk yang disita dari hasil pengawasan di Buleleng selama 2019, Jumat (10/1/2020). Loka POM Buleleng Sita Komestik Senilai Rp 247 Juta Tanpa Izin Edar 

Loka POM Buleleng Sita Komestik Senilai Rp 247 Juta Tanpa Izin Edar

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 39.906 kosmetik tanpa izin edar disita oleh Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Buleleng, Bali.

Kosmetik-kosmetik senilai Rp 247 juta itu ditemukan di 26 sarana, seperti salon, klinik, mini market, warung dan secara online.

Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahari ditemui Jumat (10/1/2020), mengatakan, kosmetik itu merupakan hasil pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya sepanjang tahun 2019.

Setelah disita, rencananya kosmetik itu akan serahkan kepada pihak ketiga untuk dimusnahkan.

SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Sambut Hari Jadi Ke 43 dengan Berbagai Kegiatan Meriah

Dua Mahasiswi Asal Sukawati Bali Tak Berdaya Dihadapan Rosidin, Beraksi Sembari Parang Diacungkan

"Kosmetik ini kami temukan tidak memiliki izin edar. Sehingga tidak dijamin keamanannya. Kami belum mengecek kandungannya, namun kalau sudah tidak memiliki izin edar, itu sudah dianggap ilegal dan harus disita," jelas Ery.

Berkaca dari kasus-kasus sebelumnya, Ery menyebutkan kosmetik tanpa izin edar biasanya mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti merkuri, hidroquinon dalam jumlah yang banyak, serta retinoat.

Bila digunakan secara terus-menerus maka dapat menimbulkan tumor dan kanker kulit.

Untuk itu, Ery mengimbau kepada masyarakat untuk lebih cermat membeli kosmetik, seperti mengecek izin edar, kemasan, label dan tanggal kedaluarsanya.

Anggota Polisi Perekam Polwan Mandi Diarak Keliling Mapolda, Kedapatan Saat Mengintip

Kasat Bimas Berikan Siraman Rohani Pada Tahanan Polres Gianyar

"Penjual itu mengaku mendapatkan kosmetik-kosmetik ini dari sales, dan suplier dari Denpasar dan Tanggerang. Kami sudah bersurat kepada BPOM Denpasar dan Tanggerang untuk menelusuri kosmetik-kosmetik ini," jelasnya.

Selain kosmetik, ada 3.535 obat keras senilai Rp 9.031.118 yang juga disita, karena dijual pada sarana yang tidak memiliki kewenangan (warung).

Ada pula 365 obat tradisional mengandung bahan kimia obat yang disita.

"Obat keras itu sejatinya hanya bisa dijual di apotek, serta dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter," tutupnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved