Sudah Terjadi 120 Kejadian Bencana di Bali, Enam Kabupaten Rawan Longsor

Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin mengungkapkan Informasi terkini dari tanggal 1 Januari sampai 13 Januari 2020 sudah terjadi 120 kejadian bencana alam

Sudah Terjadi 120 Kejadian Bencana di Bali, Enam Kabupaten Rawan Longsor
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkiraan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cuaca ekstrem, diikuti angin kencang dan hujan lebat, yang terjadi beberapa bulan ke depan berpotensi menimbulkan tanah longsor dan pohon tumbang.

Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin mengungkapkan Informasi terkini dari tanggal 1 Januari sampai 13 Januari 2020 sudah terjadi 120 kejadian bencana alam di Bali, yang mana didominasi oleh pohon tumbang.

Selanjutnya, dari 9 kabupaten/kota ada enam daerah yang rawan terjadi longsor, antara lain Kabupaten Karangasem, Bangli, Buleleng, Badung, Tabanan dan Jembrana.

“Yakinlah bahwa kami di BPBD Bali bersama BPBD Kabupaten/Kota se Bali selalu siap melayani untuk memberikan penanganan ketika terjadi bencana di masyarakat,” ujar Rentin di Kantor BPBD Bali, Senin (13/1/2020).

3,3 Juta Pelamar Lolos Verifikasi Administrasi CPNS, Menteri PANRB Terima Naskah Soal SKD

Terkait Proyek Infrastruktur, Dinas PU Klungkung: Jangan Terima Penawaran di Luar Kewajaran

Dia mengaku sudah melaporkan bencana yang terjadi ini ke Gubernur Bali Wayan Koster.

“Setelah saya laporkan, beliau (Gubernur red) merespon bencana boleh terjadi di Bali tetapi pariwisata harus tetap jalan, dan yang paling utama adalah penyelamatan jiwa adalah nomor satu,” sebutnya.

Terkait anggaran yang disiapkan untuk kebencanaan dari APBD Provinsi Bali, Rentin menyebut jumlahnya relatif.

Pada tahun 2019 pihaknya mengelola anggaran Rp 17 miliar.

Sedangkan untuk anggaran kebencanaan tahun 2020 besarannya tidak berubah yaitu tetap sekitar Rp 17 miliar.

Di samping itu, daerah juga menyiapkan Bantuan Tidak Terencana (BTT) dari APBD yang bisa digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan.

Lakukan Penganiayaan terhadap Bayinya Sampai Meninggal, Juniari Dapat Keringanan Hukuman

87 Hotel di Bali Miliki Sertifikat, Bali Menuju Daerah Percontohan Pariwisata Aman Bencana

“Anggaran itu lebih banyak digunakan untuk langkah-langkah preventif atau pencegahan bencana,” ujarnya.

Rentin menambahkan sesungguhnya ada persentase dari APBD yang wajib dianggarkan untuk penanggulangan bencana.

Idealnya, anggaran untuk manajemen penanggulangan bencana adalah minimal 2 persen dari APBD.

“Kita di Bali menuju kearah sana karena kita sudah awali dari kemunculan produk hukum yang disebut Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana,” tandasnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved