Bali Teken MoU PPRK, Ketua PPLH Unud Sebut Transportasi Penyumbang Emisi Terbesar

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional

Bali Teken MoU PPRK, Ketua PPLH Unud Sebut Transportasi Penyumbang Emisi Terbesar
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud) I Made Sudarma saat ditemui usai mengikuti acara penandatangan nota kesepahaman Rencana Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/1/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini berkomitmen menjalankan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Hal itu diwujudkan dengan adanya penandatangan nota kesepahaman tentang Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/1/2020) pagi.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Dalam menjalankan komitmen pembangunan rendah karbon tersebut, Pemprov Bali nampaknya mempunyai pekerjaan yang besar dalam bidang energi, khususnya pembangkit listrik dan transportasi.

Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud) I Made Sudarma mengatakan, bidang energi khususnya pembangkit listrik dan transportasi menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di Bali.

Ahok: Kita Harus Percaya Anies Baswedan itu Lebih Pintar Ngatasin Banjir

Diseminasi IPEI, Ketimpangan dan Pengurangan Kemiskinan Jadi Perhatian di Bali

Hal itu berdasarkan hasil inventarisasi emisi GRK yang pihaknya lakukan pihaknya pada 2016 dan 2017.

Oleh karena itu, Sudarma menilai kebijakan Pemprov Bali yang berupaya untuk mengurangi bahan bakar fosil pada pembangkit listrik kemudian menggantinya dengan energi terbarukan atau gas merupakan solusi yang tepat.

Jika diklasifikasikan lagi, maka sub-sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar emisi GRK di Provinsi Bali, yaitu sebesar 3.147.190 ton CO2 e atau 59,95 persen pada tahun 2016 dan meningkat lagi menjadi 3.383.250 ton CO2 e atau 70,21 persen pada tahun 2017.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved