Bobol FB Anggota TNI, Napi Ini Rayu & Tipu Puluhan Wanita dari Balik Penjara, Raup Setengah Miliar

korban yang kebanyakan para perempuan ternyata tidak hanya berasal dari Kalimantan dan Indonesia, juga ada yang dari luar negeri.

Bobol FB Anggota TNI, Napi Ini Rayu & Tipu Puluhan Wanita dari Balik Penjara, Raup Setengah Miliar
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, -- EP (26), pria narapidana kasus pembunuhan dan penipuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palangkaraya, Kalimantan Tengah terpaksa diciduk polisi.

Meski meringkuk di balik jeruji penjara, EP diduga telah membobol akun Facebook anggota TNI yang digunakannya untuk beraksi melakukan penipuan dengan menyasar puluhan perempuan. 

Diungkap polisi, korban yang kebanyakan para perempuan ternyata tidak hanya berasal dari Kalimantan dan Indonesia, juga ada yang dari luar negeri. 

EP ditangkap setelah polisi menerima laporan dari dua perempuan warga Palangkaraya yang telah menjadi korban penipuannya. 

Diduga EP berhasil meraup Rp 500 juta atau setengah miliar dari para korbannya.

"Dia kami tangkap atas laporan dua perempuan yang berdomisili di Kota Palangka Raya. Hasil penyelidikan, ternyata pelaku adalah narapidana Lapas Kelas IIA Palangka Raya," kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri ditulis Kompas.com yang melansir via Antara. 

Seorang napi menipu hingga 70 orang dari dalam dan luar negeri dari dalam penjara.
Seorang napi menipu hingga 70 orang dari dalam dan luar negeri dari dalam penjara. (Antaranews.com via Kompas.com)

Dwi menjelaskan, pada pertengahan 2019, napi kasus pembunuhan dan penipuan itu meretas sebuah akun Facebook milik salah satu anggota TNI Angakatan Darat.

Setelah itu, EP mengunduh foto dan video kegiatan di dalam akun tersebut dan mengunggah ulang di akun Instagram pelaku sendiri dengan memakai nama akun "Bergemestri".

Melalui akun tersebut EP melancarkan aksinya dengan membujuk rayu para korban yang sebagian besar untuk diajak menikah.

Setelah terjerat rayuan, pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya pindah tugas ke daerah tempat korban tinggal.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved