Pembatasan Usia Bus Apron di Bandara Ngurah Rai Akan Diterapkan Per 1 Juli Mendatang

Kasus terbakarnya Apron Passenger Bus (APB) atau Bus Apron di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu mendapatkan perhatian seriu

Pembatasan Usia Bus Apron di Bandara Ngurah Rai Akan Diterapkan Per 1 Juli Mendatang
Humas Otban Wilayah IV
Rapat Otban Wilayah IV pun dengan stakeholder Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Senin (13/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, BADUNG – Kasus terbakarnya Apron Passenger Bus (APB) atau Bus Apron di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu  lalu mendapatkan perhatian serius dari Otoritas Bandar (Otban) Udara Wilayah IV selaku regulator.

Tercatat sebanyak 4 kasus bus apron terbakar di bandara tersibuk ketiga di Indonesia terjadi selama 2019 dan awal tahun 2020 ini.

Otban Wilayah IV pun menggelar rapat dengan stakeholder Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Senin 13 Januari 2020 kemarin.

Rapat ini membahas peningkatan keselamatan penerbangan khususnya di Airside dan Ground Handling dan di pimpin langsung oleh Kepala Otban Wilayah IV Elfi Amir.

Elfi Amir memberikan arahan dan penjelasan pentingnya menjaga keselamatan penerbangan di area airside khususnya pada area Pergerakan Kendaraan Ground Support Equipment (GSE) di Sisi Udara dan akan diadakan Pemberlakuan pembatasan usia kendaraan APB, Crew Transportation Vehicle (CTV), dan dan Airside Operation Vehicle (AOV).

112 Hektar Lahan di Eks Galian C Terkena Normalisasi, Pihak Pemprov Bali Sebut Akan Ganti Untung

TKI Diana Gegerkan Singapura, Dituduh Campur Makanan Majikan dengan Air Kencing Hingga Darah Haid

Di mana pembatasan ini sesuai Surat Edaran Direktur Bandar Udara Nomor UM.004/1/2/DBU-2 tentang Evaluasi Hasil Investigasi dan Penerapan Kebijakan.

“Telah disepakati bahwa akan dilaksanakan Pembatasan Umur Peralatan APB, CVT dan AOV sesuai Surat Edaran tanggal 31 Desember 2019 mengenai pembatasan usia 10 tahun. Penerapannya akan di berlakukan per 1 Juli 2020 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Elfi, Selasa (14/1/2020).

Ia menambahkan peralatan APB bisa melakukan perawatan di luar wilayah Bandar Udara Internasonal I Gusti Ngurah Rai Bali dengan ketentuan mendapat persetujuan dari Penyelenggara Bandar Udara dan Kantor Otontas Bandar Udara Wilayah IV.

Bertemu di Twitter Setelah 16 Tahun Pisah, Nadya & Nabila Ingin TikTok Bareng & Cari Kembaran ke-3

ODGJ Ngamuk di Peguyangan Kaja, Belum Sebulan 5 ODGJ Telah Diamankan Satpol PP

Selain itu Operator Ground Handling diwajibkan mengatur penggunaan jam kerja bagi driver (sopir bus apron) harus disesuaikan dengan ketentuan jam kerja disnaker dan diusulkan untuk adanya tunjangan lisensi bagi driver.

Melakukan secara berkala perawatan peralatan dan Program Safety Management System harus dilaksanakan oleh Operator Graound Handling dan harus di setujui oleh AOC dan Penyelenggara Bandar Udara.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved