Tak Sejalan dengan Program Administrasi Satu Paket, Setengah Lebih Warga Badung Belum Miliki Akta

Pasalnya, jumlah penduduk yang belum memiliki akta kelahiran dan akta perkawinan hampir setengah dari total penduduk.

Tak Sejalan dengan Program Administrasi Satu Paket, Setengah Lebih Warga Badung Belum Miliki Akta
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung AA Ngurah Arimbawa (tengah) saat memaparkan data disdukcapil di Puspem Badung, Selasa (14/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Penduduk di Kabupaten Badung ternyata banyak yang belum memiliki akta kelahiran dan akta perkawinan.

Ribuan penduduk yang dikategorikan besar itu pun seakan tak sepadan dengan program pemerintah yang didengung-dengungkan dengan administrasi kependudukan satu paket (Aku Sapa).

Pasalnya, jumlah penduduk yang belum memiliki akta kelahiran dan akta perkawinan hampir setengah dari total penduduk.

Hal itu dipaparkan saat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menjelaskan data di depan awak media, Selasa (14/1/2020)

Dari data yang  disajikan, jumlah penduduk sebanyak 488.325 jiwa per Juni 2019.

Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 204.361 jiwa yang sudah memiliki akta kelahiran.

Identitas Kerangka Bergelang Pasien di Klungkung Masih Misterius, Polsek Tunggu Hasil dari Unud

Bali Teken MoU PPRK, Ketua PPLH Unud Sebut Transportasi Penyumbang Emisi Terbesar

Sementara sisanya sebanyak 283.964 jiwa atau setara dengan 58,15 persen belum mengantongi akta kelahiran.

Sehingga bisa dikatakan jumlah tersebut tergolong sangat besar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung AA Ngurah Arimbawa pun mengakui program adminitrasi kependudukan belum optimal.

Padahal kepemilikan identitas dan administrasi kependudukan sangat penting.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved