Berita Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Anas: Kepala Sekolah Harus Bertindak Sebagai Manajer, Harus Kreatif dan Inovatif

Sebagai manajer di sekolah, seorang kepala sekolah harus kreatif merancang program-program baru untuk kemajuan sekolah dan anak didiknya

Bupati Banyuwangi Anas: Kepala Sekolah Harus Bertindak Sebagai Manajer, Harus Kreatif dan Inovatif
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Anas: Kepala Sekolah Harus Bertindak Sebagai Manajer, Harus Kreatif dan Inovatif 

Bupati Banyuwangi Anas: Kepala Sekolah Harus Bertindak Sebagai Manajer, Harus Kreatif dan Inovatif

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengingatkan pada kepala sekolah untuk bertindak selayaknya manajer.

Sebagai manajer di sekolah, seorang kepala sekolah harus kreatif merancang program-program baru untuk kemajuan sekolah dan anak didiknya.

“Bermodal kecerdasan saja tidaklah cukup. Seorang kepala sekolah juga harus inovatif, harus bisa merangsang kreativitas siswa. Dan ini dibutuhkan cara yang kreatif pula, karena kepala sekolah adalah manajer di sekolah itu," kata Anas.

Banyuwangi Susun Rencana Strategi Penanggulangan HIV/AIDS

Jadi Daerah Pembudidaya Terbesar, Banyuwangi Ekspor Unagi ke Jepang

Anas lalu menyontohkan bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan siswa.

Misalnya dengan membuka unit usaha kecil-kecilan yang bisa dikelola siswa.

“Kepala sekolah bisa ajarkan siswa berkebun dengan menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis. Atau mungkin mengajak siswa mengelola kantin sekolah. Jiwa wirausaha ini perlu dipupuk sejak masih muda,” katanya.  

Pesan Anas lainnya adalah agar kepala sekolah bisa menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan siswa.

Banyuwangi akan Dipromosikan oleh Para Duta Besar di Berbagai Negara

Banyuwangi Pamerkan Ikan Sidat di HUT PDIP, Dari Budidaya, Olahan Hingga Potensi Ekspor

“Bangun komunikasi yang baik dengan mereka. Komunikasi yang intens dengan penghuni sekolah akan membuka pikiran kita, serta mendapatkan inspirasi untuk merancang program-program baru. Misalnya, membuat kebijakan baru seperti membuka kelas khusus penghafal Al Quran atau khusus anak-anak kurang mampu,” imbuhnya.

Terakhir, Anas mengimbau agar para kepala sekolah ikut mengawal program daerah.

Khususnya, program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Saya minta kepala sekolah terus bergotong royong, tengok sekeliling kita jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera laporkan ke kecamatan atau kabupaten,” tambahnya.

(Surya/Haorrahman). 

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved