Pabrik Kopi Mengani Terbengkalai, Dewan Harapkan Agar Tim Advokasi Segera Selesaikan Persoalan

Pabrik Kopi Mengani Terbengkalai, Dewan Harapkan Agar Tim Advokasi Segera Selesaikan Persoalan

Pabrik Kopi Mengani Terbengkalai, Dewan Harapkan Agar Tim Advokasi Segera Selesaikan Persoalan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Foto: Wakil DPRD Bangli, I Komang Carles saat melakukan pengecekan di Pabrik Mengani. Selasa (14/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sempat berjaya dengan produk Kopi Mengani, pabrik pengolahan kopi di Desa Mengani, Kintamani, Bangli, Bali, kini justru terbengkalai.

Kondisi tersebut mengundang perhatian pihak DPRD Bangli untuk mengecek langsung kondisi pabrik milik pemkab Bangli itu.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali, Selasa (14/1/2020), rumput liar terlihat tumbuh subur memenuhi sejumlah areal pabrik tersebut.

Demikian pula dengan bibit-bibit kopi yang mulai tumbuh tak terawat pada bagian pembibitan.

Setelah Bacok Ayahnya Hingga Tewas & Berteriak Setannya Sudah Aku Bunuh, R Diperiksa Dokter Jiwa

DPRD Buleleng Gelar Bakti Sosial Donor Darah, Dalam Rangka Sambut Bulan Dana PMI dan Tahun Baru 2020

Ratusan Pemain Asing Melamar ke Bali United, Ada yang Dari Asia Hingga Eropa

Menurut informasi, bibit kopi itu merupakan bantuan dari Dinas Provinsi Bali berjenis Sigara Runtang.

Sedangkan tidak beroperasinya pabrik Kopi Mengani terjadi pada tahun 2017.

Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli, Alit Putra menjelaskan, pada tahun 2016 silam Perusda BMB menjalin kontrak perjanjian kerja sama dengan PT. Java Qahwa Indonesia.

Namun demikian, perusahaan tersebut tidak menunaikan kewajibannya sesuai dengan kontrak (wanprestasi).

“Jadi sejak tahun 2017, PT Java Qahwa Indonesia ini tidak memenuhi kewajibannya dalam memenuhi commitmen-fee, sewa, dan sebagainya. Direktur sebelumnya memang kesulitan untuk mem-follow up. Janjinya akan dibayar, tapi tidak pernah dibayar,” ujarnya.

Ia memaparkan, mengacu pada perjanjian kerja sama tertanggal 21 April 2016, kewajiban PT Java Qahwa Indonesia kepada Perusda BMB antara lain Commitment-fee sebesar Rp. 170 juta serta rental-fee sebesar Rp. 100 juta yang dibayarkan tiap 2 tahun.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved