Spanduk Penolakan Pabrik Limbah B3 Medis di Desa Pengambengan Diturunkan, Ini Alasannya

Spanduk Penolakan Pabrik Limbah B3 Medis di Desa Pengambengan Diturunkan, Ini Alasannya

Spanduk Penolakan Pabrik Limbah B3 Medis di Desa Pengambengan Diturunkan, Ini Alasannya
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Warga Desa Pengambengan turun ke jalan membentangkan spanduk penolakan pembangunan pabrik limbah B3 medis di pintu masuk Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Minggu (12/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pada Minggu (12/1/2019) sekitar pukul 07.00 Wita, puluhan warga Desa Pengambengan, Negara, Jembrana, Bali, turun ke jalan.

Mereka menolak adanya pembangunan pabrik limbah B3 Medis di desanya.

Rencananya, pabrik itu akan dibangun oleh satu perusahaan yang sudah mengurus ijin Amdal di Kementrian, PT Klin.

Kordinatior Aksi, Humaidi mengatakan, untuk tiga spanduk yang terpasang di gapura, penolakan di pinggir jalan dan satu yang berisi tanda tangan warga di pertigaan diturunkan.

Harga Gas 3 Kg Bisa Rp 35 Ribu, Dijual Sesuai Harga Pasar Mulai Juli 2020

Enam Gedung RSU Negara Akan Beroperasi Saat Hari Valentine

Setelah Bacok Ayahnya Hingga Tewas & Berteriak Setannya Sudah Aku Bunuh, R Diperiksa Dokter Jiwa

Penurunan dilakukan oleh dirinya dan juga aparat desa dan instansi terkait.

Spanduk penolakan diturunkan selain tanpa ijin, juga instansi terkait menyatakan rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah medis di Banjar Munduk tidak mungkin dibangun di Pengambengan.

“Saya ikut turunkan. Dari Dinas Perijinan dan Lingkungan Hidup menyatakan pabrik tersebut tidak mungkin berdiri tanpa persetujuan dari warga," ucapnya Selasa (14/1/2020).

Penurunan ini dilakukan Senin (13/1/2019) kemarin.

Sebelum diturunkan memang sedikit ada ketegangan atau adu argumen dengan pihak terkait.

Namun, karena Bupati Jembrana I Putu Artha, secara pribadi menolak dan menyerahkan kepada masyarakat, itu lah bukti penolakan warga.

"Kami persilahkan menurunkan asalkan ada jaminan tidak ada dibangun," ucapnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved