Banyak Tenaga Kerja Konstruksi di Kota Denpasar Belum Bersertifikat

Keberadaan tenaga kerja konstruksi, khususnya di Kota Denpasar, sampai saat ini ternyata masih banyak yang belum memiliki sertifikat kompetensi

Banyak Tenaga Kerja Konstruksi di Kota Denpasar Belum Bersertifikat
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Musyawarah Cabang IV DPC Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Denpasar di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (17/1/2020) pagi. Banyak Tenaga Kerja Konstruksi di Kota Denpasar Belum Bersertifikat 

Banyak Tenaga Kerja Konstruksi di Kota Denpasar Belum Bersertifikat

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Keberadaan tenaga kerja konstruksi, khususnya di Kota Denpasar, sampai saat ini ternyata masih banyak yang belum memiliki sertifikat kompetensi.

Padahal sertifikasi kompetensi di bidang konstruksi ini dinilai sangat penting, karena diperlukan pada saat persyaratan lelang dan sebagainya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Denpasar saat ini tengah menggalakkan sertifikasi kompetensi tersebut.

“Ini semua sedang berproses ya. Kan banyak ini. Semua juga ada yang sudah. Yang belum juga ada, tentu ini setiap tahun bertambah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta.

Hal itu Jimmy katakan pada saat menghadiri Musyawarah Cabang IV DPC Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Denpasar di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (17/1/2020) pagi.

Promo Spesial Imlek 2020, AirAsia Ingin Dekatkan Pelanggan dengan Orang Terkasih

Gavin Kwan Singgung Peta Kekuatan Melbourne Victory, Skuad Bali United Siap Adu Fisik

Namun saat ditanya berapa jumlah tenaga kerja konstruksi yang belum memiliki sertifikasi, Jimmy mengatakan dirinya tidak tahu pasti berapa jumlahnya.

Menurutnya, hal itu bisa diketahui melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali, karena lembaga tersebut salah satu yang melakukan uji kompetensi di bidang tersebut.

Jimmy mengaku pihaknya juga melakukan uji kompetensi di bidang konstruksi, namun yang diutamakan dalam uji kompetensi tersebut adalah lulusan dari SMA/SMK.

Hal itu dilakukan agar lulusan-lulusan SMA/SMK tersebut siap bekerja di sektor jasa konstruksi.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved