BPBD Provinsi Bali Siapkan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana Untuk Dunia Usaha

Perumusan sertifikasi kesiapsiagaan bencana dilaksanakan di ruang UPTD, BPBD Provinsi Bali Siapkan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana Untuk Dunia Usaha

BPBD Provinsi Bali Siapkan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana Untuk Dunia Usaha
Dokumentasi Pribadi Gede Adhi Tiana Putra
Foto istimewa : Perumusan sertifikasi kesiapsiagaan bencana oleh BPBD Bali dilaksanakan di ruang UPTD. Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali pada Rabu (15/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perumusan sertifikasi kesiapsiagaan bencana dilaksanakan di ruang UPTD. Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali pada Rabu (15/1/2020).

Dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin.

“Ini adalah salah satu inovasi yang belum ada di wilayah lainnya yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman. Dari sisi bangunan, sarana prasarana, SDM yang terlatih hingga ketersediaan logistik ketika terjadi bencana semua menjadi bahan di dalam penyusunannya. Kita akan menguatkan kualitas di dalam pelaksanaan bukan hanya dunia usaha semata namun meluas hingga pemerintah, perkantoran umum dengan legalisasi di tahun ini ”ujarnya.

Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, terletak di wilayah rawan bencana.

Polres Gianyar Amankan 10.78 Gram Sabu

6 Srikandi PDIP di Bali Ini Naik Jabatan Setelah DPP Pecat 8 Kader yang Dianggap Tak Disipilin

Peran Anak sebagai Agen Perubahan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang 

Dibalik potensi bencana tersimpan potensi kemakmuran salah satunya melalui pariwisata.

Pariwisata yang dikedepankan adalah pariwisata yang berbudaya, yang menjaga alam dan lingkungannya serta aman terhadap bencana sehingga dapat terus berkelanjutan dan berkualitas.

Konsep pariwisata aman bencana meliputi 5 elemen kunci yaitu pemahaman risiko bencana, fasilitas aman bencana, tata kelola risiko bencana, manajemen kedaruratan serta Business Continuity Planning.

Kesemuanya ini membutuhkan penguatan dari berbagai pihak khususnya melalui pentahelix yang di dalamnya terdapat masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media massa dan akademisi.

Salah satu inovasi yang mendukung konsep pariwisata aman bencana yang dicoba dibangun di Bali adalah sertifikasi kesiapsiagaan bencana.

Penyusunan sertifikasi kesiapsiagaan bencana bukan saja untuk hotel semata namun semua lapisan dunia usaha yang bersentuhan dengan pariwisata, seperti restaurant, mall, rumah sakit, theatre, perkantoran dan lainnya.

Kegiatan sertifikasi kesiapsiagaan bencana bagi dunia usaha pada awalnya sudah ada sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 dengan menyasar 64 dunia usaha dari hotel, rumah sakit hingga restaurant dan dibranding ulang menjadi sertifikasi kesiapsiagaan bencana dalam bentuk legalisasi yang lebih kuat dan mekanisme yang lebih baik di tahun 2020 ini.

Seiring dengan penyusunan legalisasi dalam bentuk Pergub, akan dikuatkan sumber daya manusia untuk mampu memberikan pemahaman serta edukasi terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam kebencanaan sehingga pada akhirnya kegiatan ini benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Bali dan wisatawan yang berlibur di Bali.(*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved