Gus Aji Mangku Supartha Berharap Perdebatan Dihentikan, Ajak Semua Membangun Keharmonisan

Ida Bagus Mangku Adi Supartha Berharap Perdebatan Dihentikan, Ajak Semua Membangun Keharmonisan

Gus Aji Mangku Supartha Berharap Perdebatan Dihentikan, Ajak Semua Membangun Keharmonisan
Tribun Bali/Rizal Fanany
DASA WARSA KARYA - Umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan menggelar Tari Baris pada hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (3/8/2019). Peringatan Kuningan di Pura Sakenan memasuki upacara 10 tahunan yang disebut Dasa Warsa Karya yang dilaksanakan salama 7 hari.   

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Owner Taman Prakerti Bhuana, Beng, Ida Bagus Mangku Adi Supartha, menyatakan keprihatinannya terhadap tokoh-tokoh Bali, yang kerap ‘melempar’ isu yang menimbulkan perdebatan, dan berpotensi menimbulkan perpecahan antar masyarakat di Bali.

Mulai dari isu kasta, budaya, kesenian, jro mangku, sulinggih dan lainnya.

Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gianyar ini, meminta para tokoh agar ikut membangun kebudayaan Bali, yang dinilainya muai terkikis.

“Sepuluh tahun terakhir banyak isu yang meresahkan masyarakat Bali, isu kasta, budaya, kesenian, mangku, sulinggih dan isu lain yang berusaha memecah persatuan masyarakat Hindu Bali. Tapi, mari kita kesampingkan dulu isu-isu tersebut, kesampingkan benar-salahnya, kita kesampingkan ego masing-masing,” harapnya.

Ramalan Zodiak Asmara 20 Januari 2020, Hubungan Aries Tampak Sehat, Aquarius Naik Setingkat

Ramalan Zodiak 20 Januari 2020, Cancer Beristirahatlah, Hari yang Menyenangkan Untuk Taurus

Pemain dan Ofisial Bali United Buat Visa ke Jepang, Ada Apa?

Gus Adi menilai, para tokoh dan masyarakat yang sibuk melempar isu perpecahan ini lupa, bahwa saat ini roh perekonomian masyarakat sedang terancam.

Roh perekonomian yang dimaksud adalah pariwisata berlandaskan budaya.

“Ingatkah kalian sebagian besar masyarakat Hindu di Bali, hidup dan makan dari pariwisata budaya Hindu Bali? Apakah Bali masih bisa bertahan jika kita sibuk saling menyalahkan saudara sendiri, sementara budaya kita sedikit demi sedikit menghilang ?,” ucapnya.

Gus Adi Supartha juga berkata, kondisi tersebut tidak hanya mengancam keajegan Bali, namun kondisi itu membuat generasi muda mempertanyakan kepercayaan leluhurnya.

“Sadarkah kalian, sementara kalian memecah belah kami, generasi muda semakin bingung, padahal kita harus mengedukasi seluruh masyarakat dengan budaya-budaya leluhur kita, kita pertahankan Bali, kita pertahankan pariwisata Hindu Bali, karena banyak orang yang hidup dan makan dari sana,” ujarnya.

Pariwisata budaya Hindu Bali yang dimaksudkanya dalam hal ini adalah keanekaragaman Bali.

Ia berujar selama ini, setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menjaga Bali.

Mulai dari jenis upacara, berkeseniannya, dan sebagainya.

Namun saat ini, ada upaya-upaya pihak tertetentu yang ingin mengubah hal tersebut.

“Keanekaragaman inilah daya tarik Bali, mari kita saling menjaga dan saling menghormati, jangan saling menjatuhkan. Jika keanegaragaman ini hilang, maka pariwisata Bali pun terancam, dan akan banyak masyarakat kehilangan mata pencahariannya,” tegasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved