Breaking News:

Fotografer Yan Palapa Abadikan Seniman Tari Legendaris Bali Ni Ketut Arini Menarikan Candra Metu

Ni Ketut Arini merupakan legenda tari di Bali yang masih hidup dan menghidupi tari hingga kini.

Fotografer Yan Palapa Abadikan Seniman Tari Legendaris Bali Ni Ketut Arini Menarikan Candra Metu
Tribun Bali/Eurazmy
Fotografer Lingkara Studio, Yan Palapa (dua dari kiri) bersama Maestro Ni Ketut Arini (dua dari kanan) saat menggelar acara konferensi pers peluncuran buku foto bertajuk 'Candra Metu' di Maya Sanur Resort & Spa, Selasa (21/1/2020)

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Ketut Arini merupakan legenda tari di Bali yang masih hidup dan menghidupi tari hingga kini.

Lebih dari 60 tahun sudah hidupnya didedikasikan untuk melestarikan seni tradisi tari di Bali.

Tak terhitung sudah sang maestro tari ini telah menghiasi panggung-panggung bahkan mengenalkan tari tradisional yang memukau ke seluruh dunia.

Berangkat dari hal itu, Fotografer Lingkara Studio, Yan Palapa merasa terhormat untuk mengabadikan sosok legendaris ini melalui karya fotografi.

Bentuk apresiasinya ini kemudian lahir dalam karya buku foto bertajuk 'Candra Metu; Ni Ketut Arini' yang memuat sejumlah 50 lebih karya foto Ni Ketut Arini menarikan tarian Candra Metu.

Sensus Penduduk 2020 Dimulai 15 Februari, Masyarakat Update Data secara Online

Top Skor Sepanjang Masa Eks Bali United Ini Gabung Persipura Jayapura

Ketua DPRD Klungkung Kunjungi Anak Kurang Mampu, Tiga Bocah Dirawat Kakek Nenek Sudah Renta

Tarian Candra Metu sendiri merupakan tarian Bali yang berarti 'Ketika Bulan Terbit' itu kini sudah jarang dimainkan dan perlahan mulai memudar eksistensinya.

Sebab itu, Yan Palapa berupaya memberikan apresiasinya terhadap beliau melalui karya fotografinya.

''Berhubung sosok legendaris seperti beliau di Denpasar yang masih hidup dan kuat menari tersisa beliau, jadi ini waktu yang tepat untuk mengabadikan beliau dalam bentuk buku foto,'' katanya kepada awak media, Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, buku foto ini dibuat lebih sebagai bentuk reminder atau pengingat bahwa segala sesuatu memiliki akar, termasuk tarian.

Danlanud I Gusti Ngurah Rai Terjun Langsung Sosialisasikan PPDB SMA Pradita Dirgantara

Makin Pedas, Harga Cabai di Karangasem dan Wilayah Bali Capai Rp 100 Ribu, Ini Penyebabnya

Terkait Pencurian di Sekolah, Disdikpora Bangli Akui Belum Bisa Angkat Tenaga Penjaga Sekolah

Harus ada sebuah bentuk, kata dia baik berupa patung, lukisan atau apa untuk mendokumentasikan sejarah tradisi.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved