Berita Banyuwangi

Pertama Kali, 15 Ribu Warga Desa Banyuwangi Ikuti Musrenbangdes Serentak Secara Online

Pertama Kali, 15 Ribu Warga Desa Banyuwangi Ikuti Musrenbangdes Serentak Secara Online, 25 kecamatan di Banyuwangi tersambung langsung

Pertama Kali, 15 Ribu Warga Desa Banyuwangi Ikuti Musrenbangdes Serentak Secara Online
Surya/Haorrahman
Foto : Musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) serentak secara online pada Selasa (21/01/2020) malam 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi menggelar musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) serentak secara online pada Selasa (21/01/2020) malam, yang diikuti sekitar 15 ribu warga Banyuwangi.

Pada pelaksanaan musrenbang tersebut setiap desa di Banyuwangi menyampaikan usulan dan pendapatnya lewat sambungan video conference dari kantor desa masing-masing kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Pelaksanaan musrenbangdes tersebut dipusatkan di Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi.

Musrenbangdes di Desa Bubuk ini dihadiri langsung oleh Bupati Anas beserta segenap jajaran Kepala SKPD dan perwakilan DPRD Banyuwangi.

Tingkatkan Pengamanan PG, Ini yang Diinginkan Kabag Ops Polres Badung Pada Personilnya

Its My School di SMA Negeri 1 Banjarangkan Klungkung, Puluhan Siswa Antusias Ingin Mencoba

Banyuwangi Raih Penghargaan SPIP Level 3 dari BPKP Jatim

Kegiatan musrenbangdes ini live streaming oleh 217 desa dan kelurahan se-kabupaten yang dipusatkan di kantor desa masing-masing.

Sementara di setiap kantor desa tersebut, musrenbangdes diikuti oleh perangkat desa, perwakilan legislatif asal desa setempat dan warga desa.

Tidak kurang sebanyak 15 ribu warga Banyuwangi ikut terlibat dalam musrenbangdes ini.

Sebanyak 25 desa yang mewakili 25 kecamatan di Banyuwangi tersambung langsung melalui video conference interaktif dengan Anas.

“Ini cara Banyuwangi untuk memaksimalkan program Smart Kampung yang telah kami canangkan sejak tahun 2016. Setiap desa dalam penyelenggaraan pelayanannya memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien. Apalagi semua desa kini sudah tersambung dengan internet fiber optik” kata Anas.

“Maka musrenbangdes kami gelar online agar efektif dan efisien juga, karena desa Banyuwangi banyak yang dipelosok, jaraknya satu dan lainnya bisa sampai 3 jam. Dengan cara ini semua desa bisa langsung mendapatkan arahan tentang garis besar pembangunan nasional, propinsi dan daerah sehingga nantinya bisa mengutarakan usulan dan masukannya untuk pembangunan desa di tahun mendatang yang selaras dengan kerangka pembangunan di tingkat atasnya,” tambahnya.

Halaman
123
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved