Dinilai Miliki Sabu dan Ekstasi, Ferry Tertunduk Dituntut 13 Tahun Penjara

Ferry Armanda Poetra (30), langsung tertunduk lesu usia mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widyaningsih di Pengadilan Negeri (PN) Denpa

Tribun Bali/Putu Candra
Ferry terus menunduk saat mendengarkan jaksa membacakan surat tuntutan di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ferry Armanda Poetra (30), langsung tertunduk lesu usia mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widyaningsih di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Ia dituntut pidana penjara selama 13 tahun, karena dinilai terbukti bersalah atas kepemilikan narkotik jenis sabu seberat 3,17 gram neto dan ekstasi seberat 66,11 gram neto.

Menanggapi tuntutan itu, terdakwa melalui tim penasihat dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengajukan pembelaan tertulis.

Pergoki Istri Selingkuh, Sang Suami Malah Ditebas Istri saat Tertidur

Stadion Dipta Gianyar Terpilih Sebagai Venue Piala Dunia U- 20 Tahun 2021

Tammy Calon Pengganti Harry Kane Juga Cedera, Timnas Inggris Krisis Striker Jelang Piala Eropa 2020

"Mohon waktu seminggu Yang Mulia, kami mengajukan pembelaan tertulis," ujar Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan I Made Pasek.

Sementara dalam surat tuntutannya, Jaksa Widyaningsih menyatakan, bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Terdakwa lulusan sarjana (S1) ini pun dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bek Timnas Indonesia Percaya Teco untuk Piala AFC 2020, di Kancah Asia Bisa Lebih Baik dari 2018

Terkait Kasus Pencabulan oleh Oknum Guru di Badung, Ketua PGRI Bali Tugaskan Beri Pendampingan

Penghuni Panti Jompo Terlibat Perkelahian, Nenek 79 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

"Menuntut, supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini supaya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 1 miliar subsidair empat bulan penjara," tegas Jaksa Widyaningsih.

Diuraikan dalam surat dakwaan, bahwa tindak pidana yang dilakukan terdakwa ini dimulai sejak 11 September 2019 sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu, terdakwa bersama Berthie Adrisun Latumahina disuruh mengambil sabu oleh Badra (DPO) di Jalan Dukuh Sari, Sesetan, Denpasar, Bali.

Telah Dirancang Sejak 2018, Proyek Air Minum dalam Kemasan dari PDAM Badung Tak Kunjung Terealisasi

Pemprov Bali Pastikan Pelaksanaan SKD CPNS, Dilaksanakan 7 Hari dari Januari Hingga Februari 2020

Beri Penghargaan ke Pegiat Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, Pemprov Bali Akan Beri Rp 100 Juta

Perintah itu turuti keduanya dengan mengambil sabu tersebut dan membawanya ke kos untuk dikemas lagi menjadi beberapa bagian dan kemudian ditempel lagi sesuai perintah Badra.

Keesokan harinya, Badra kembali meminta terdakwa untuk menyuruh Berthie mengambil paket ekstasi di Jalan Dewata, Denpasar.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved