Sidang Pemakzulan, Presiden Trump Dinilai Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Pernyataan itu dilontarkan tim manajer dari DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat, selaku pihak penuntut.

Sidang Pemakzulan, Presiden Trump Dinilai Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
Presiden AS, Donald Trump. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Dalam sidang pemakzulan di level Senat AS, Presiden Donald Trump dianggap menyalahgunakan kekuasaannya secara berbahaya.

Pernyataan itu dilontarkan tim manajer dari DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat, selaku pihak penuntut.

Trump dimakzulkan di level DPR AS pada 18 Desember 2019 atas tuduhan penyalangunaaan kekuasaan dan menghalangi upaya penyelidikan Kongres.

Para manajer pemakzulan menyebut, Trump secara terbuka dan berbahaya telah menyalahgunakan kekuasaan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Di hadapan 100 senator selaku juri, tim penuntut memutar video kesaksian dua dari tim pembela presiden menyebut penyalangunaaan itu terbukti.

Ini Alasan Bupati Jembrana Tolak Tol Ketapang-Gilimanuk, Hingga Petaka Jika Bali & Jawa Disambungkan

Imlek 2020 - 3 Shio Beruntung di Tahun Tikus Logam, Semua Peluang Bagus, Termasuk Urusan Cinta

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 25 Januari 2020: Hubungan Scorpio Tegang, Yang Jomblo Ketemu Jodoh

Salah seorang manajer, Jerry Nadler, menyatakan Trump itu menggunakan pengaruhnya untuk meminta bantuan asing untuk kepentingan pribadinya.

"Sejak Presiden George Washington menjabat pada 1789, belum ada presiden yang berlaku seperti dia," katanya dilansir AFP Kamis (23/1/2020).

"Presiden berulang kali, secara terang-terangan, melanggar sumpahnya. Apa yang dia lakukan salah, ilegal, dan berbahaya," tegasnya.

Demokrat yang menguasai DPR AS sepanjang Kamis membahas dakwaan pertama dalam pemakzulan Trump, yakni penyalahgunaan kekuasaan.

Rencananya pada Jumat waktu setempat (24/1/2020), mereka akan menggulirkan argumentasi dakwaan kedua: menghalangi upaya penyelidikan Kongres.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved