Breaking News:

Tol Ketapang Gilimanuk

Tol Ketapang-Gilimanuk Akan Bahayakan Keamanan Bali? Ini Jawaban Bupati Jembrana

Bupati Jembrana, I Putu Artha mengaku belum mengetahui sepenuhnya rencana pembangunan tol yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Rizki Laelani
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. 

Tol Ketapang-Gilimanuk Akan Bahayakan Keamanan Bali? Ini Jawaban Bupati Jembrana

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan Tol Trans Jawa Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) akan tersambung dengan Tol Gilimanuk-Tabanan pada 2021 mendatang.

Namun rencana tersebut dengan tegas ditolak oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana, I Putu Artha mengaku belum mengetahui sepenuhnya rencana pembangunan tol yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu.

Tetapi Bupati Artha memastikan akan menolaknya.

Menurutnya, pembangunan jembatan penyambung antara Ketapang-Gilimanuk tersebut menyangkut konektivitas jalur penyeberangan Banyuwangi-Gilimanuk.

"Kita pasti menolak. Itu juga bagian dari aspirasi masyarakat Bali dan sejumlah tokoh atau elemen masyarakat," kata Artha, Rabu (22/1)/2020, seusai menggelar jumpa pers dengan awak media di Kelurahan Batuagung, Jembrana.

Apakah ini ada kaitannya dengan kekhawatiran tingkat keamana dan meningkatnya kejahatan di Bali?

Artha menyebut itu menjadi satu di antaranya.

“Ya, tingkat kriminalitas juga bisa menjadi salah satunya kenapa kita menolak,” tandasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved