Ribuan Babi di Sumatera Utara Mati Gara-gara Wabah Flu Babi, Peternak Terpuruk & Derita Kerugian Ini

Peternak babi di wilayah Sumatera Utara benar-benar dipusingkan dengan wabah African Swine Fever atau flu babi.

Ribuan Babi di Sumatera Utara Mati Gara-gara Wabah Flu Babi, Peternak Terpuruk & Derita Kerugian Ini
HO/Tribun Medan
Petugas Polsek Padang Hilir, Tebing Tinggi, menguburkan 13 ekor bangkai babi yang ditemukan di pinggir sungai. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Peternak babi di wilayah Sumatera Utara benar-benar dipusingkan dengan wabah African Swine Fever atau flu babi

Sebanyak 16 Kabupaten kota di Sumatera Utara dilaporkan sudah terjangkiti oleh flu babi

Terang saja yang paling terpuruk dan menderita adalah peternak gara-gara wabah penyakit flu babi ini

Wabah penyakit ternak ini membuat peternak di Sumut mengalami keterpurukan.

Dilansir Tribun Bali via Kompas.com yang mengutip dari Harian Kompas, Minggu (26/1/2020), Kematian babi yang dilaporkan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara sudah mencapai lebih dari 42.000 ekor.

Pemerintah daerah belum bisa bergerak karena tidak ada dana darurat. Perusahaan skala besar pun kini ikut terpuruk karena tidak bisa menjual ternaknya.

Ketua Asosiasi Peternak Babi Sumut Hendri Duin Sembiring mengungkapkan peternak perlu penjelasan apakah akan melakukan depopulasi dan ada kompensasi. Depopulasi dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus, tetapi harus diikuti pemberian kompensasi.

”Peternak hingga kini juga tak tahu apa yang harus dilakukan terhadap ternak mati, terjangkit, sehat, dan kandang yang bebas dari ASF. Kami sendirian hadapi ini,” katanya.

Kini, perekonomian peternak babi di Sumut kian terpuruk sejak deklarasi ASF karena tidak diikuti penanggulangan.

Ternak babi dari Sumut kini tidak diterima lagi di provinsi lain ataupun di luar negeri. Peternak kecil maupun besar semakin terpuruk sejak deklarasi ASF.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved