Ditjen Hubud Pastikan Pihaknya Patuhi Seluruh Aturan Penerbangan International

Kunjungan FAA Amerika ke Indonesia diinisiasi dari kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dan Amerika Serikat guna asistensi peningkatan kualitas p

Humas Ditjen Hubud
Ditjen Hubud Pastikan Pihaknya Patuhi Seluruh Aturan Penerbangan International 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka asistensi kepada Indonesia untuk mempertahankan perolehan Status Safety Rating Ketegori I yang diberikan kepada Indonesia, berdasarkan hasil audit International Aviation Safety Assesment (IASA) pada Februari 2016.

Kunjungan FAA Amerika ke Indonesia diinisiasi dari kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dan Amerika Serikat guna asistensi peningkatan kualitas penerbangan sipil di Indonesia, salah satunya memastikan maskapai Indonesia dapat beroperasi di Amerika Serikat.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, beserta jajaran nya, bersama dengan William H. Amos selaku Inspektur Kelaikudaraan FAA dan Trent Bigler selaku Inspektur Operasi FAA.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dadun Kohar, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kerja sama antara Indonesia dengan FAA sangat penting untuk memastikan penerbangan di Indonesia memenuhi standar penerbangan dunia.

"Dari kerja sama ini, kami dapat memastikan bahwa Indonesia selalu berupaya untuk memenuhi standar penerbangan internasional yang terus berkembang. Hal ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas penerbangan sipil Indonesia, serta untuk mempertahankan perolehan Safety Rating Indonesia," jelas Dadun, Selasa (28/1/2020).

Secara umum, kerja sama antara Indonesia dan FAA Amerika dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan standar keselamatan penerbangan sipil di Indonesia, sejalan dengan standar keselamatan penerbangan sipil internasional.

FAA sendiri memiliki program audit yang disebut dengan International Aviation Safety Assessment (IASA), di mana program IASA sangat berpengaruh dengan citra penerbangan sipil suatu negara. 

Adapun, Audit IASA dilakukan untuk menentukan safety rating suatu negara melalui standar keselamatan penerbangan sipil berdasarkan standar Internastional Civil Aviation Organization (ICAO).

Kunjungan ini merupakan pertemuan rutin yang dilakukan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Technical Assistance yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. 

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved