Waspada Virus Corona di Bali

Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Water Sport di Nusa Penida Turun Drastis

Mewabahnya virus corona di China mulai berpengaruh ke sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida, Klungkung, Bali

Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Water Sport di Nusa Penida Turun Drastis
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas wisatawan China di salah satu destinasi water sport di Nusa Penida, Klungkung, Bali, Rabu (29/1/2020). Pasca wabah virus corona di China, kunjungan wisman ke water sport Nusa Penida anjlok. Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Water Sport di Nusa Penida Turun Drastis 

Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Water Sport di Nusa Penida Turun Drastis

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Mewabahnya virus corona di China mulai berpengaruh ke sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Sejumlah pelaku pariwisata merasakan anjloknya kunjungan wisatawan China secara drastis, setelah pemerintah China membatasi aktivitas warga mereka ke luar negeri.

Seorang pelaku pariwisata di Nusa Penida I Putu Darmaya menjelaskan, saat ini sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida sangat lesu akibat mewabahnya virus corona di China.

Bahkan sampai anjlok 100 persen, karena awal Februari 2020 mendatang benar-benar tidak ada pesanan dari wisatawan China.

"Kami khusunya pelaku pariwisata water sport, sudah sangat merasakan pengaruh dari virus corona ini. Wisatawan anjlok 100 persen. Usaha kacau semua, padahal selama ini wisatawan China yang paling mendominasi pasar akomodasi water sport," ujar pemilik akomodasi wisata water sport Caspla I Putu Darmaya, Rabu (29/1/2020).

Ia menjelaskan, harusnya saat ini merupakan high season untuk wisatawan China.

Rata-rata per hari seharunya akomodasi wisata yang ia kelola dikunjungi mencapai lebih dari 1.000 wisatawan.

Sejak Merebak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Bali Turun, Kerugian Diprediksi Ratusan Juta

Dispar Bali Akan Kumpulkan Pelaku Industri Pariwisata, Beri Informasi Terkait Penyakit Virus Corona

Hanya saja sejak wabah virus corona merebak di China, wisatawan ramai-ramai membatalkan kunjungan mereka.

"Seminggu sebelum Imlek, dan tiga minggu setelah Imlek seharusnya high season. Booking-an harusnya lebih dari seribu wisatawan, tapi berturut-turut wisatawan cancel untuk berkunjung," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved