Petani Terancam Gagal Panen, Hama Ulat Grogoti Tumbuhan Jagung di Nusa Penida

Perbekel Bunga Mekar I Wayan Yasa mengungkapkan, hama ulat grayak tersebut sudah muncul sejak sebulan lalu.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Tanaman jagung di Nusa Penida yang diserang hama ulat grayak, Kamis (30/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda), membuat petani di Desa Bunga Mekar resah.

Mereka terancam mengalami gagal panen, setelah ulat grayak menggerogoti buah jagung petani yang baru berumur 3 minggu.

Tidak hanya di Desa Bunga Mekar, serangan hama grayak ini hampir terjadi di semua wilayah di Nusa Penida.

Perbekel Bunga Mekar I Wayan Yasa mengungkapkan, hama ulat grayak tersebut sudah muncul sejak sebulan lalu.

Saat itu hampir semua tanaman jagung di Desa Bunga Mekar terserang hama ulat grayak, sehingga buah jagung yang baru tumbuh menjadi kerdil.

Janda Dibacok Mantan Suami hingga Tewas, Luka Bacok di Dada, Perut, dan Punggung

Pacaran Sampai 12 Hari, Siswi SMP Ngaku Diculik dan Dijual ke Papua, Fakta Ini Terungkap

Usai Dilantik Ka Kwarda Segera Bersinergi dengan Ketua Umum KONI Bali

"Jadi biasanya yang kena hama itu, buah jagung saat berusia sekitar 3 minggu. Ulatnya menggrogoti buah jagung saat masih tunas," ujar Wayan Yasa, Kamis (30/1/2020).

Petani pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, dan diberikan contoh pestisida untuk membasmi hama ulat itu.

Namun petani setempat sudah pasrah, karena hal itu dianggap sudah terlambat.

"Dibiarkan saja oleh petani, karena menurut mereka sudah terlambat. Meskipun dikasi pestisida, tumbuhan jagung mereka sudah telanjur rusak. Petani pun terancam gagal panen," jelasnya.

Hujan Lebat dan Angin Kencang Iringi Melasti Karya di Batukaru, Belasan Ribu Pemedek Tetap Antusias

Ketut Suparta Sodomi Wanita 32 Tahun di Kamar Kos Kuta Bali, Korban Lapor karena Tak Tahan Sakit

Kasus DBD Kembali Terjadi Di Banjar Piakan Abiansemal, Dinkes Sebut Akhir Januari Terdapat 56 Kasus

Kondisi ini pun tidak hanya terjadi di Desa Bunga Mekar, namun terjadi hampir di desa lainnya di Nusa Penida, seperti di Desa Batukandik dan Batumadeg.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved