Brexit Dan Dampaknya Terhadap Sepak Bola Inggris, Perang Antara FA Dan Premier League

Tiga tahun setelah referendum yang meminta keluar dari EU, Inggris Raya tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa.

Brexit Dan Dampaknya Terhadap Sepak Bola Inggris, Perang Antara FA Dan Premier League
(AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)
Suporter Brexit mengibarkan bendera Union Jack di Parliamentary Square, London, pada 31 Januari 2020. Brexit akan mempunyai dampak besar ke Inggris Raya tak terkecuali ke Premier League dan Liga Inggris. 

TRIBUN-BALI.COM - Inggris Raya (UK) secara resmi meninggalkan Uni Eropa (EU) pukul 23.00 waktu setempat atau 06.00 pagi WIB.

Kepergian Inggris Raya memutus integrasi ekonomi, politik, dan hukum yang telah dijalin sejak 1973.

Tiga tahun setelah referendum yang meminta keluar dari EU, Inggris Raya tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa.

Negeri Ratu Elizabeth II menjadi negara pertama yang meninggalkan EU.

Apa efek Brexit ke transfer pemain di Premier League?

Seperti semua aspek dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Inggris Raya, Brexit punya dampak ke sepak bola Inggris.

Pertama, klub-klub Premier League tak bisa lagi bebas merekrut pemain-pemain muda terbaik di kawasan Eropa daratan.

Keluar dari EU, klub-klub Liga Inggris tidak lagi terkena pengecualian dari Pasal 19 FIFA.

Pasal tersebut mengatur soal pembatasan pergerakan pemain di bawah umur 18 tahun, yang dibuat untuk melindungi pesepak bola muda dari eksploitasi.

FIFA memberikan pengecualian bagi EU dan ke-27 negara anggota mereka dari peraturan ini.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved