Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Istri Minta Cerai Gara-gara Suaminya 10 Hari Tak Mandi Dan Gosok Gigi

Suami dicampakan istri gara-gara jarang mandi dan gosok gigi hingga tak tahan dengan baunya.

Editor: Eviera Paramita Sandi
ostophealth
Ilustrasi perempuan tak tahan bau 

TRIBUN-BALI.COM - Suami dicampakan istri gara-gara jarang mandi dan gosok gigi hingga tak tahan dengan baunya. 

Tidak hanya jorok, istri juga mengakui jika suaminya yang berprofesi sebagai tukang ledeng tersebut memiliki etika dan sopan santun yang buruk. 

Alhasil, istri nekat mendatangi pengadilan dan ngotot untuk bercerai dengan suami yang menurutnya punya perangai buruk tersebut. 

Perseteruan rumah tangga yang langkah ini menimpa pasangan suami istri Soni Devi (20) dan Manish Ram (23) warga distrik Vaishali di India

Melansir dari Times of India, Komisi wanita negara bagian (SWC) telah mendengarkan keluhan Soni Devi.

Tetapi mereka akan memberikan kesempatan selama 2 bulan pada keduanya untuk memperbaiki hubungannya dengan suami, Manish Ram.

Namun, bila dalam tenggat waktu itu hubungan mereka tak membaik, maka pihak komisi akan bertindak.

Anggota SWC Pratima Sinha mengatakan pada Jumat (10/1/2020) lalu, Soni, warga desa Nayagaon di blok Desri distrik Vaishali, datang ke komisi pada Kamis.

Dia datang untuk mengajukan gugatan cerai pada suaminya.

"Saya terkejut mendengar alasan konyolnya untuk menceraikan suaminya," ujar Pratima, seperti dikutip dari Times of India.

Dalam laporan permohonannya, Soni mengaku menikah dengan Manish, seorang tukang ledeng profesional, pada 2017 silam.

"Suami saya bau mengingat dia tak pernah bercukur atau pun mandi selama hampir 10 hari berturut-turut. Apalagi dia tidak pernah menyikat giginya. Dia juga tidak memiliki sopan santun dan tak mau mengikuti etika," tulis Soni.

Anggota SWC mengatakan Soni bersungguh-sungguh ingin menceraikan suaminya.

"Saya tidak mau tinggal bersama suami saya lagi. Saya tidak sanggup lagi untuk menahan penghinaan ini. Tolongkan pisahkan saya dari pria ini (sang suami), dia telah merusak hidup saya," ujar Pratima membacakan tulisan Soni.

Soni juga bersikeras agar suaminya mengembalikan perhiasan dan barang berharga lainnya, yang diberikan ayahnya sebagai mas kawin pernikahan.

"Kami tidak memiliki anak. Bahkan hubungan kami sebagai suami istri tidak berjalan baik. Hidup kami tidak ada artinya. Ini semua sia-sia," ujar Soni kepada komisi.

Anggota SWC mengatakan pihaknya mencoba untuk meyakinkan pasangan itu untuk tak mengakhiri pernikahannya.

"Saya telah memberi waktu pada suaminya selama 2 bulan untuk memperbaiki kebiasaannya. Bila keadaannya masih belum memuaskan setelah tenggat waktu itu, kami akan mengambil langkah tegas dan merujuk kasus itu ke pengadilan untuk proses perceraian," ujar Pratima.

Manish, ketika dihubungi mengatakan, "Saya ingin hidup bersama."

Dia sedikit gugup dengan hal tersebut dan berjanji akan memperbaiki kebiasaannya dan berusaha membuat istrinya nyaman.

Walaupun Soni bukanlah seorang wanita yang berpendidikan tinggi dan berasal dari kasta menengah ke bawah, tapi ia peka terhadap lingkungan sekitarnya dan mengetahui haknya, ujar Pratima.

Ketika ditanya apakah komisi itu diberdayakan untuk melakukan apa pun dalam kasus seperti ini, anggota SCW berkata, "Kami biasanya memiliki peran tertentu untuk menangani masalah semacam itu."

Menjelaskan lebih lanjut, Pratima mengatakan, "Setidaknya kami dapat membantu wanita itu dengan mendesak mertuanya mengembalikan barang-barang berharga.

Memang benar dia akan ke pengadilan untuk mengurus perceraian hingga akhir.

Kami akan bekerja sama dengannya. Tapi prioritas utama kami adalah untuk menyelesaikan masalah ini.

Pratima juga mengatakan dirinya baru pertama kali menemukan kasus seperti itu sejak menjadi anggota komisi.

"Perceraian biasanya dipilih pasangan yang memiliki masalah serius, yang bukan pertanda baik," pungkasnya.

Kasus Lainnya di Arab 

Kasus perceraian langkah lainnya juga pernah terjadi di Arab. 

Seorang wanita nekat menceraikan suaminya sebab terlalu baik. 

Melansir dari Khaleejtimess.com pada Selasa (27/8/2019), wanita tersebut telah melayangkan surat ke pengadilan Syariah di Fujairah.

Ia mengeluhkan tidak kuat memerima perlakuan suaminya yang terlalu patuh dan mencintainya.

Sang istri pun menceritakan, suaminya selalu memperlakukan dirinya dengan baik, bahkan tidak pernah berucap kasar padanya.

"Dia tidak pernah membentak saya atau menolak keinginan saya," terangnya pada pengadilan.

Namun, sang istri justru merasa perlakuannya itu hanya sebagai belas kasihan sang suami padanya.

"Cinta dan belas kasihannya itu terlalu berlebihan," jelasnya.

Wanita tersebut akhirnya merasa bahwa dirinya tidak sanggup lagi dan ingin bercerai.

"Saya merasa tak nyaman dengan cinta dan kasih sayangnya yang berlebihan. Dia bahkan membantu saya membersihkan rumah," tambahnya.

Sang suami dinilainya terlalu ingin menjadi laki-laki sempurna.

Sedangkan wanita tersebut menginginkan diskusi dan sedikit argumen dalam rumah tangganya.

"Saya butuh diskusi nyata dan perbedaan pendapat, bukan kehidupan yang taat dan patuh seperti ini, " terangnya.

Wanita yang yang tak ingin disebutkan namanya ini juga menceritakan, ia pernah mengeluhkan berat badan suaminya.

Lantas saja suaminya patuh menjalankan diet dan berolahraga secara keras hingga kakinya patah.

Atas kejadian ini sang suami tak tinggal diam, ia meminta pengadilan untuk menarik permintaan perceraian istrinya.

Ia merasa apa yang dituduhkan istrinya ini tidak adil.

Selanjutnya, ia berjanji akan belajar dari kesalahan dan memperbaiki pernikahannya.

Atas permintaan sang suami, pengadilan kemudian menyerahkan kasus ini untuk kembali didiskusikan secara kekeluargaan dan melakukan penyelesaian kembali. (*) 

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Istri Campakan Suami Karena Malas Mandi & Gosok Gigi, Mual dengan Bau Badannya Saat Berpelukan

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved