153 Desa di Bali Ini Masuk Zona Bahaya Kebencanaan, BPBD Sebut Kesiapsiagaan Penentu Risiko

Dari 716 desa dan keluarahan di Bali, 153 atau 20 persen di antaranya masuk dalam zona bahaya.

istimewa
BNPB Simulasi Penanggulangan Bencana di Banyuwangi 

153 Desa di Bali Ini Masuk Zona Bahaya Kebencanaan, BPBD Sebut Kesiapsiagaan Penentu Risiko

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dari 716 desa dan keluarahan di Bali, 153 atau 20 persen di antaranya masuk dalam zona bahaya.

Bahkan 44 dari 153 desa dan kelurahan tersebut masuk dalam kategori bahaya tinggi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, berangkat dari data tersebut, pihaknya mengaku terus berupaya membangun kesadaran tentang bencana.

"Pelibatan masyarakat sejak perencanaan sangat penting, baik pada fase prabencana, saat bencana dan pasca bencana.," ujar Made Rentin, Selasa (4/2).

Kesiapsiagaan bencana hanya bisa dijawab dengan ketangguhan masyarakat. Ketangguhan itu terjadi bila ada kesadaran kolektif.

Salah satu upaya membangun kesadaran kolektif ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Meski jenis bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami relatif jarang terjadi, namun bila terjadi akan berdampak masif untuk korban manusia maupun materi.

Hal yang perlu digaris bawahi, kata dia, bahwa memang gempa bumi dan tsunami jarang terjadi tetapi hingga kini belum ada yang bisa mengetahui pasti kapan akan terjadi.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh komponen masyarakat menjadi penentu seberapa besar risiko dapat dikurangi.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved